ramadan 2026

Pekan Akhir Ramadan, Kuniran Jadi Magnet Berburu Takjil dari Berbagai Desa

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Mar 2026 10:49 0 62 Supriyanto

PATI – Mondes.co.id | Memasuki hari ke-25 ibadah puasa Ramadan 1447 H, gairah masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa semakin meningkat.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal ini terlihat dari pantauan langsung di lapangan, di mana pusat jajanan takjil di Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, diserbu oleh ratusan pengunjung pada Minggu (15/3/2026) sore.

​Fenomena “war takjil” di penghujung Ramadan ini tidak hanya melibatkan warga lokal desa setempat, namun juga menarik minat pengunjung dari berbagai daerah tetangga di wilayah Kabupaten Pati bagian timur.

Kerumunan warga mulai memadati bahu jalan sejak pukul 16.00 WIB, membuat suasana desa yang biasanya tenang berubah menjadi pusat ekonomi yang berdenyut kencang.

​​Beragam pilihan menu berbuka, mulai dari makanan tradisional hingga minuman kekinian, berjejer rapi di sepanjang jalan utama desa.

Kehadiran ratusan pembeli ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima yang sudah bersiap sejak pukul 15.00 WIB.

​Setya, salah satu pedagang buah semangka di lokasi tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas lonjakan pembeli yang terjadi.

Menurutnya, antusiasme masyarakat pada sepuluh hari terakhir Ramadan ini jauh lebih besar dibandingkan awal bulan lalu.

​”Alhamdulillah pembeli sangat ramai hari ini. Rata-rata pedagang di sini pada laku semua, Mas,” ujar Setya saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.

​Setya menambahkan, dagangannya terutama semangka, menjadi primadona karena kesegaran yang sangat dicari untuk melepas dahaga saat berbuka puasa.

Tidak hanya semangka, stan pedagang lain seperti kolak, gorengan, hingga lauk-pauk matang, juga tampak dikerumuni antrean warga.

BACA JUGA :  Penambahan Pos Damkar Tak Kunjung Terealisasi, Sudah Bertahun-tahun Diusulkan

​Banyaknya pengunjung dari luar daerah, disinyalir karena letak Desa Kuniran yang strategis berbatasan dengan Rembang.

Selain itu, keberagaman menu yang ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Suasana sore yang cerah di Kecamatan Batangan turut mendukung warga untuk keluar rumah melakukan tradisi ngabuburit.

​”Saya sengaja datang dari kecamatan sebelah karena di Kuniran ini pilihannya lengkap dan suasananya ramai, jadi terasa sekali euforia Ramadannya,” ujar Karmini salah satu pengunjung dari kecamatan Kaliori kabupaten Rembang.

​Meski dipadati ratusan orang, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau tetap mengalir, meski tersendat di beberapa titik.

Diharapkan, geliat ekonomi seperti ini dapat terus bertahan hingga malam takbiran nanti.

Sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pelaku UMKM di Desa Kuniran dan sekitarnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini