Foto: Makam Sunan Pati di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Dalam perkembangan Islam di Bumi Nusantara, ada tokoh penting berasal dari Kabupaten Pati.
Ia adalah Sunan Pati, dengan nama asli Ali Nurul Yaqin.
Diketahui, Sunan Pati merupakan putra dari Abdullah Nurul Yaqin dan cucu Mohammad Nurul Yaqin.
Sunan Pati masih mempunyai garis keturunan Sunan Giri, salah satu tokoh Walisongo.
“Sejarah Sunan Pati tidak banyak ditulis dalam sumber-sumber sejarah, tetapi menilik dari bentuk nisan makam, bisa dilihat ini merupakan tokoh penting dan terkait dengan sejarah di periode perkembangan Islam di Nusantara. Menurut beberapa sumber, Sunan Pati bernama asli Ali Nurul Yaqin,” terang Sejarawan Pati, Ragil Haryo Yudiartanto, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menerangkan, Sunan Pati merupakan tokoh yang juga dikenal sebagai Sunan Ngerang III.
Makamnya berada di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
“Ali Nurul Yaqin dikenal sebagai Sunan Ngerang III, yaitu cucu dari Sunan Ngerang I. Sunan Ngerang III itulah yang melahirkan Ki Ageng Penjawi, tokoh legendaris asal Kadipaten Pati,” ucapnya.
Makamnya yang berada di Desa Metaraman diyakini merupakan wilayah yang didirikan oleh orang-orang Kerajaan Mataram, sehingga dinamakan Metaraman.
Makam ini sendiri bergaya arsitektur era Kerajaan Demak.
“Makam Sunan Pati sendiri sangat terkait dengan keberadaannya di Desa Metaraman. Pada kompleks makam Sunan Pati terdapat 3 buah makam dan setiap makam memiliki 2 batu nisan. Batu nisan pada ketiga makam tersebut bentuknya berbeda, semuanya bergaya nisan tipe Demak Troloyo sekitar abad 16 Masehi,” jelasnya.
Tampak batu nisan Sunan Pati khas zaman Kerajaan Demak Troloyo yang pada umumnya digunakan pada era Kerajaan Demak hingga Mataram Islam.
Tipe batu nisan Demak Troloyo dengan ragam hias adopsi dari kebudayaan klasik Hindu.
Pada makamnya menggunakan model Kurawal atau Sulur Makara yang liukannya mengadaptasi simbol makara di pintu tangga candi.
Ada pula motif hias geometris segitiga atau tumpal.
“Ada pula sulur-sulur tanaman atau hiasan medalion, yang kesemuanya juga bisa kita temukan pada dinding-dinding candi. Tanpa inskripsi angka tahun atau keterangan lainnya, baik dalam aksara Jawa Kuno atau Arab kita sulit untuk menentukan tahunnya,” terang guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pati itu.
Ragil menceritakan bahwa Sunan Pati atau Sunan Ngerang III memiliki anak seorang pendekar tersohor se-Kabupaten Pati, bahkan namanya dijadikan suatu nama perdukuhan di Kota Pati.
Ia adalah Ki Ageng Penjawi, tokoh ini menjadi legenda di Kadipaten Pati.
“Sunan Ngerang III itulah yang melahirkan Ki Ageng Penjawi, tokoh legendaris asal Kadipaten Pati. Dalam dunia sejarah versi Babad Tanah Jawi, Ki Ageng Penjawi dikenal sebagai pendekar ‘tiga serangkai’ bersama Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani. Setelah Ki Ageng Penjawi dewasa dan cukup umur, beliau diangkat menjadi penguasa Kadipaten Pati,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar