ramadan 2026

Sakit di Jepang, Pekerja Migran Asal Jepara Akhirnya Dipulangkan

waktu baca 4 menit
Selasa, 3 Mar 2026 13:14 0 46 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat memfasilitasi kepulangan Muhammad Roziqin, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong.

Terpaksa dipulangkan lantaran jatuh sakit saat bekerja di Jepang.

Pria yang akrab disapa Ozi tersebut, didiagnosis menderita kanker dan membutuhkan perawatan medis intensif di Tanah Air.

​Setelah menempuh perjalanan udara dari Jepang, Ozi tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, kemarin.

Tim pendamping segera menjemput dan membawanya langsung menuju RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan intensif.

​Upaya pemulangan ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi antara Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes), serta Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DiskopUKMnakertrans) Jepara.

Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Jepara, Iman Bagus Sesulih, menjelaskan bahwa langkah ini diambil segera setelah informasi mengenai kondisi Ozi diterima pada 9 Februari lalu.

​”Dari berita itu viral pada 9 Februari mendapat perhatian langsung dari Pak Bupati, dan beliau mengutus kami untuk langsung melakukan assesment ke keluarga yang bersangkutan, dan ke pemerintah desa,” ucapnya.

​Iman menambahkan, pihaknya juga menggandeng PMI dan Baznas untuk membantu biaya perjalanan pasien dari Jakarta ke Semarang, serta memberikan santunan bagi keluarga.

Selain bantuan logistik, pemerintah daerah memastikan kepesertaan jaminan kesehatan Ozi tetap aktif dan memberikan pendampingan psikososial bagi keluarga.

​”Alhamdulillah sudah tiba ke Tanah Air dan langsung ditangani oleh RSUP dr. Kariadi,” tandas Iman.

​Di sisi lain, DiskopUKMnakertrans Jepara berperan aktif menjalin komunikasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang mengirimkan Ozi.

BACA JUGA :  Jelang Akhir Masa Jabatan, Bupati Blora Tinggalkan Jejak Sejarah dengan Keris Pusaka

Serta berkoordinasi dengan Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, BP3MI, KBRI di Jepang, dan KJRI Osaka, guna mempercepat proses administrasi pemulangan.

​Pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah daerah.

Yazid Ghufron, kakak kandung Ozi, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan.

​”Terima kasih Pak Bupati atas bantuannya, semoga adik saya cepat pulih dan dapat berkumpul dengan keluarga seperti sedia kala,” harapnya.

Kondisi saat di Jepang

Dalam perawatan di Semarang, Ozi sapaan akrabnya bercerita tentang apa yang ia alami.

Ia menceritakan, mulanya dirinya mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh, bukan kesemutan biasa tapi dalam jangka waktu yang lama.

“Dari gejala itu, saya kemudian lapor ke perusahaan. Pihak perusahaan di Jepang sangat baik dan menemani pengobatan saya dari awal sampai pulang,” ucapnya.

Ozi menjelaskan, apa yang ia alami bukan merupakan kondisi yang biasa.

Ia bahkan mengaku, hingga 3 kali berpindah rumah sakit untuk mengetahui apa yang sebenarnya dialami.

Kemudian, Ozi melakukan tindakan MRI Scan di sebuah rumah sakit di wilayah Okinawa, Jepang.

Usai tindakan tersebut, ditemukan adanya tumor di 5 titik, 2 di leher, 1 di kepala, dan 2 di tulang belakang.

“Tapi dokter di sana juga masih belum tahu ini kanker jenis apa, sehingga diambil sampel dan dikirim ke Rumah Sakit yang ada di Tokyo. Baru diketahui kalau ini kanker langka berjenis Kanker Sarkoma,” kata Ozi.

Di Jepang, Ozi juga mendapatkan perawatan intensif, bahkan pimpinan (kaichou) perusahaan ia bekerja setiap hari datang menjenguk dan memantau perkembangan kesehatannya.

Ia tampak berkaca-kaca menceritakan kebaikan pimpinannya, bahkan Ozi bercerita bahwa dirinya sudah dianggap sebagai anak sendiri.

Dari perawatan tersebut, Ozi menjelaskan bahwa penyakit yang diidapnya sangat langka dan susah disembuhkan karena di beberapa bagian ada sel kanker yang melilit jaringan saraf dan di sela-sela tulang.

BACA JUGA :  Kolaborasi Inspektorat dan Dinsospermasdes Terkait Pemanfaatan Siswaskeudes

“Karena itu Kaichou saya menyarankan untuk pulang, bertemu keluarga. Siapa tau di Indonesia ada keajaiban, nanti kalau sembuh saya diminta untuk kembali ke sana lagi,” ujarnya.

Ozi menyayangkan sejumlah berita lokal Jepara yang menyebutkan bahwa pihak Jepang tidak memberikan penanganan yang baik.

Menurutnya, apa yang dilakukan Jepang dan perusahannya sangat baik dan penuh perhatian.

“Apa yang saya minta pasti dipenuhi, dan mengawal hingga awal sampai kepulangan. Bahkan Kaichou saya juga mengantar sampai Jakarta, ketika saya pulang perawat di rumah sakit Jepang juga memberikan perpisahan,” tandasnya.

Ozi berharap, agar media tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

Sehingga hubungan yang telah terjalin, baik dirinya pribadi dengan perusahaan, maupun Indonesia dan Jepang dapat terus terjaga tanpa mengecewakan salah satu pihak.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini