ramadan 2026

Pasca Raih Gelar Nasional, Pati Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 22:15 0 52 admin

AUDENSI: Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama Pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Pati. (Mondes/istimewa)

 

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan langkah strategis setelah resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif tingkat nasional oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada Desember 2025 lalu. Bersama lima Kabupaten/Kota lainya se-Indonesia yakni Kota Manado, Kota Banjarmasin, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Buton Tengah.

 

Status tersebut menjadi momentum penguatan identitas lokal berbasis potensi unggulan daerah yang selama ini telah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif akan berangkat dari kekuatan yang sudah dimiliki daerah. Bahkan nama Pati kini mulai diperbincangkan di forum internasional.

 

“Teman saya pulang dari forum di Jerman, mereka sudah menanyakan Pati. Indonesia sekarang bukan hanya dikenal karena Bali, tetapi juga Pati,” ujarnya kemarin.

 

Menurut Risma, pengakuan tersebut menjadi potensi promosi yang harus dikemas secara kreatif, konsisten, dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat menerima audiensi Pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Pati. Dalam kesempatan itu disampaikan permohonan dukungan penuh dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

 

Audiensi tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati beserta Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif.

BACA JUGA :  Rembang Upayakan Tarik Minat Investor Lewat Potensi Pertanian

Sebagai langkah konkret, Pemkab Pati melalui Dinporapar bersama KEK Pati merancang kegiatan apresiasi capaian para pelaku ekonomi kreatif Pati. Hal itu sebagai upaya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berdampak dan berkelanjutan.

 

Agenda puncak direncanakan berlangsung pada periode Mei hingga Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pelaku Ekonomi Kreatif, UMKM, seniman, komunitas kreatif, hingga sektor swasta.

 

Kegiatan tersebut berupa parade seni pertunjukan, pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dan akan disusul festival rutin setiap bulan untuk menjaga gaung kreativitas masyarakat.

 

Chandra juga mengajak media dan masyarakat untuk turut menjaga iklim kondusif melalui pemberitaan yang membangun.

 

“Kalian makan dari bumi Pati, jangan terus mengangkat isu negatif karena itu tidak adil,” tegasnya.

 

Risma mencontohkan keberhasilan festival budaya di sejumlah daerah yang mampu menumbuhkan kebanggaan kolektif tanpa ketergantungan penuh pada anggaran pemerintah.

 

Model partisipatif tersebut dinilai relevan diterapkan di Pati melalui kolaborasi lintas sektor. Selain penguatan event dan festival, Pemkab Pati juga akan mendorong edukasi sejarah dan budaya lokal di sekolah-sekolah.

 

Menurutnya, narasi sejarah Pati akan dikemas secara menarik agar menjadi daya tarik wisata berbasis pengetahuan sekaligus membangun kebanggaan generasi muda terhadap daerahnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, pengurus KEK menyampaikan komitmen untuk memperkuat reorganisasi kelembagaan serta mendorong pelaksanaan festival ekonomi kreatif sebagai tindak lanjut penetapan Kabupaten Kreatif Indonesia.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan jejaring ekonomi kreatif tingkat provinsi maupun nasional, Pati ditargetkan berkembang sebagai pusat kreativitas baru yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 

“Momentum ini diharapkan tidak hanya meningkatkan citra daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kreativitas dan inovasi lokal,” pinta Chandra.

BACA JUGA :  Kodim Pati Gelar Pembinaan Kemampuan Mitra Karib

 

Redaksi

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini