Lebih Dekat dengan Penulis “Masih Ada Tuhan di Moscow” Asal Pati

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Apr 2026 16:12 0 39 Redaksi

​PATI-Mondes.co.id | Yoyok Dwi Prastyo, seorang pendidik dan penulis asal Pati yang pernah memperoleh beasiswa pendidikan di Prancis, resmi meluncurkan karya terbarunya.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Adapun karyanya yakni “MASIH ADA TUHAN DI MOSKOW”.

Buku ini lahir sebagai respons intelektual dan spiritual terhadap kompleksitas mentalitas remaja di era digital yang kian menantang.

ketua pgri

​Melalui buku ini, Yoyok mengungkap luka-luka psikologis seperti guilt tripping, self-harm atau NSSI melalui kacamata yang lebih segar, menggabungkan terminologi klasik dengan realitas kontemporer.

Di setiap akhir bab, pembaca akan menemukan segmen Mata Air yang menjadi saripati hikmah untuk menenangkan jiwa yang gersang.

​Menakar Realitas

​Dalam pemaparannya mengenai buku ini, Yoyok menekankan pentingnya kejujuran dalam berpikir.

Ia menyoroti fenomena Pseudo-Kognitif yang seringkali membuat remaja merasa telah memahami dunia hanya melalui potongan informasi di media sosial.

​”Kita sering terjebak dalam rasa tahu yang semu. Itulah mengapa saya juga membahas Dunning-Kruger Effect dalam buku ini, agar kita sadar bahwa merasa paling tahu, seringkali adalah tanda bahwa kita belum tahu apa-apa,” jelas Yoyok.

Ia menambahkan bahwa setiap perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil, sebuah konsep yang ia sebut sebagai Butterfly Effect.

Keputusan kecil seorang remaja untuk berhenti menyakiti diri sendiri (self-harm) hari ini, bisa menjadi awal dari perubahan hidup yang masif di masa depan.

​Filsafat Perjuangan

​Bagi Yoyok, kesehatan mental bukan sekadar tentang bertahan, melainkan tentang bagaimana memenangkan pertempuran batin.

Ia menggunakan prinsip Amat Victoria Curam (kemenangan menyukai persiapan) untuk mengingatkan pembaca bahwa pemulihan batin membutuhkan proses yang matang.

BACA JUGA :  Pelayanan Prima PDAM Pati Saat Bencana Melanda

​”Banyak dari kita yang gagal bangkit karena terjebak dalam pola Positive Attribution yang keliru, kita memberi label negatif pada setiap kegagalan yang terjadi. Padahal, keberuntungan dan takdir baik hanya akan berpihak pada mereka yang berani melangkah, atau yang dalam bahasa Latin, saya tuliskan sebagai Audentes Fortuna Juvat,” tambahnya.

​Ia juga menyentuh sisi gelap manipulasi emosional seperti yang seringkali melumpuhkan potensi remaja.

Buku ini hadir untuk memberikan alat bagi mereka agar mampu membedakan antara tanggung jawab yang sehat dan beban perasaan yang sengaja dipaksakan oleh orang lain.

​Filosofi Visual

​Visualisasi sampul buku, seorang pria yang melangkah mantap menuju lorong cahaya, selaras dengan pesan kuat pada sampul belakang.

“Beruntunglah orang yang berada di posisi paling bawah, sebab tak ada tempat lain baginya kecuali melenting ke atas. Berbahagialah orang yang berada di paling belakang, sebab satu-satunya tempat baginya hanyalah maju ke depan.”

​Yoyok menegaskan bahwa kutipan tersebut adalah jantung dari seluruh isi bukunya.

“Posisi paling bawah bukanlah hukuman. Itu adalah satu-satunya pijakan yang paling stabil untuk mulai melenting ke atas. Jika Anda merasa berada di titik terendah, bersyukurlah, karena jalan anda selanjutnya sudah pasti adalah kenaikan,” tegasnya.

​Tentang Penulis

​Yoyok Dwi Prastyo merupakan sosok yang aktif menggerakkan literasi di daerah tempat tinggalnya, Pati.

Pengalamannya sebagai penerima beasiswa ke Prancis, memperkaya perspektifnya dalam melihat kaitan antara sains psikologi Barat dengan nilai spiritualitas Timur.

Buku “MASIH ADA TUHAN DI MOSKOW” juga dilengkapi dengan bonus eksklusif “Catatan Shakira”, sebuah narasi tentang asbab buku tersebut ditulis.

​Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini