ramadan 2026

Warga Rembang Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp25 Ribu

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Feb 2026 15:29 0 198 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Masyarakat di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Rembang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG melon ukuran 3 Kg dalam beberapa hari terakhir.

Selain stok yang sulit didapat, harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp25.000 per tabung.

Kondisi ini dirasakan merata di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Bulu, Sumber, hingga Kaliori.

Lilik Setoyo Wati (40), warga Desa Jukung, Kecamatan Bulu, mengakui bahwa mendapatkan gas bersubsidi kini menjadi tantangan tersendiri.

“Ya, di sini sudah mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg,” ujarnya singkat saat ditemui, Senin (23/2/2026).

Hal senada disampaikan oleh Enita (30), seorang ibu rumah tangga sekaligus pelaku UMKM jajanan di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.

Baginya, kelangkaan ini sangat memukul produktivitas usahanya.

Selain barang yang langka, ia harus merogoh kocek lebih dalam karena harga gas di daerahnya melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Sudah berhari-hari kesulitan mencari gas. Harganya pun sekarang mencapai Rp25 ribu per tabung,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, di Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Karmini melaporkan bahwa untuk mendapat gas harus mengantre dulu.

Biasanya gampang, ia bisa membawa pulang dua tabung untuk kebutuhan dua rumah (dirinya dan orang tuanya), namun kini hanya mendapat membeli satu tabung karena habis.

“Di sini juga tidak seperti biasanya, biasanya gampang ketika beli di pangkalan lasung ada stok gasnya, sekarang antre dulu harus menunggu setoran berikutnya kalau tidak WA (WhatsApp) dulu,” kata Karmini.

BACA JUGA :  Festival Ikan Asap, Cara Unik Kenalkan Potensi Lokal Desa Dermolo 

Bertolak belakang dengan jeritan warga, pihak agen menjamin bahwa pasokan ke pangkalan sebenarnya tidak mengalami kendala.

Aryanto, salah satu agen LPG di Kabupaten Rembang, menegaskan bahwa pengiriman tetap berjalan normal.

“Untuk stok dan pengiriman ke pangkalan aman, tidak ada kelangkaan. Harga dari kami ke pangkalan adalah Rp15.560, dan pangkalan wajib menjual ke pengguna seharga Rp18 ribu,” jelas Aryanto.

Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Jika stok dari agen aman dan pengiriman lancar, lantas apa yang menyebabkan barang hilang di pasaran?

Apakah terjadi lonjakan permintaan yang drastis, ataukah ada praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab?

Hingga kini, penelusuran lebih lanjut masih dilakukan.

Aturan Ketat Penjualan LPG 3 Kg

Sesuai dengan aturan Pertamina dan kebijakan distribusi terbaru per Februari 2026, pangkalan gas LPG 3 kg memiliki aturan main yang sangat ketat untuk menjaga sasaran subsidi.

Pangkalan hanya boleh melayani konsumen akhir (Rumah Tangga dan UKM) di wilayah desa/kelurahan cakupan kerjanya.

Kemudian, mulai tahun 2024, pembelian wajib menggunakan KTP/KK yang tercatat dalam sistem digital Pertamina untuk mencegah penjualan lintas wilayah.

Pangkalan juga dilarang keras menjual gas ke pengecer atau warung tidak resmi.

Pelanggaran terhadap HET atau wilayah distribusi dapat mengakibatkan pemutusan hubungan usaha (PHU).

Berdasarkan data terbaru, HET LPG 3 kg di tingkat pangkalan resmi Kabupaten Rembang adalah Rp18.000.

Pemerintah Kabupaten Rembang sendiri memastikan bahwa secara data, stok menjelang Lebaran 2026 masih mencukupi.

Masyarakat sangat diimbau untuk membeli gas langsung di pangkalan resmi guna mendapatkan harga HET Rp18.000.

Tingginya harga hingga Rp25.000 disinyalir terjadi di tingkat pengecer (warung) yang secara aturan resmi sebenarnya tidak lagi diizinkan menjual gas bersubsidi tersebut.

BACA JUGA :  Jalur Alternatif Pati-Kudus Diserbu Banjir, Ruas Jalan Tutup Sementara  

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini