HAPPY NEW YEAR

Delapan Kecamatan di Jepara Terdampak Bencana, Mana Saja? 

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 17:54 0 77 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Sebanyak delapan Kecamatan di Kabupaten Jepara terdampak bencana.

Mulai dari tanah longsor, banjir, dan juga angin kencang.

Delapan kecamatan itu yakni Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan, dan Kembang.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat mitigasi bencana pada Senin, 12 Januari 2026, di Ruang Kerja Bupati.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan saat ini fokus utama penanganan ada pada Desa Tempur, Kecamatan Keling, yang tercatat mengalami dampak terbesar.

Dikatakan, dalam rapat Forkopimda, pemerintah telah menyiapkan stok kebutuhan makanan untuk masyarakat terdampak hingga 10 hari ke depan.

“Menjadi perhatian adalah pembersihan badan jalan yang tertutup material longsor,” kata dia.

Dalam waktu tiga hari, diharapkan masalah tersebut dapat teratasi.

“Sebanyak tiga unit ekskavator direncanakan akan segera diturunkan ke lokasi untuk membersihkan pohon-pohon yang menghambat aliran sungai,” terang Arwin.

Terkait kondisi di Sungai Gelis, Tempur, menurut Arwin saat ini arus air dilaporkan masih sangat deras, sehingga alat berat belum dapat diturunkan sepenuhnya.

Sebagai solusi teknis, rencana penanganan mencakup pengalihan aliran sungai, serta pembuatan jalan baru pada badan jalan yang hilang sepanjang kurang lebih 4,5 meter.

Mengingat, pelebaran jalan belum dapat dilakukan karena risiko longsor susulan.

Menurut Arwin, kerusakan infrastruktur jembatan juga menjadi perhatian serius.

Jembatan penghubung Ngethuk–Karangnongko dilaporkan hilang dengan perkiraan panjang 30 meter.

BACA JUGA :  Mantan Napi Teroris Buka Warung NKRI, Tengok Yuk

Sementara itu, untuk jembatan sebelum lokasi “Ndank Ngopi” yang putus, pengukuran belum dapat dilakukan dan akan dilakukan pengecekan keamanan terlebih dahulu untuk mengantisipasi runtuhan kembali.

“Ini akan kami koordinasikan dengan DPUPR. Harapannya dapat segera dilakukan,” katanya.

Hujan yang berlangsung berhari-hari ini, juga mengakibatkan kerusakan yang cukup luas pada sektor pertanian.

Tercatat, genangan sawah di Batukali kurang lebih 100 hektare terendam air.

Sedangkan di area tanggul Kali Sengon, sawah terdampak mencapai 50 hektare.

“Seperti danau, bukan tampak seperti sawah,” ujar Arwin menjelaskan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini