HAPPY NEW YEAR

Pemkab Buka Akses Alternatif Darurat Desa Tempur

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 17:03 0 123 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Sekda Jepara Ary Bachtiar turun ke lapangan setelah mendapat kabar adanya bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara.

Hingga Sabtu (10/1/2026) siang, akses jalan utama dari Desa Damarwulan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, putus total setelah badan jalan sepanjang kurang lebih 60 meter hilang tergerus air sungai.

Peristiwa ini mengakibatkan seluruh penduduk Desa Tempur terisolir.

Selain itu, tiga rumah warga setempat tertimpa langsung material longsor.

“Saat ini Tempur terisolir. Prioritas utama kami adalah membuka akses agar bantuan dan evakuasi bisa dilakukan,” tegas Ary Bachtiar di lokasi bencana.

Pemkab Jepara segera mengerahkan bantuan.

Tim Tagana dari Dinas Sosial dan Dapur Umum dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah disiagakan untuk memastikan kebutuhan pokok warga.

Genset juga sedang diupayakan untuk dikirim, guna mengatasi pemadaman listrik total dari PLN yang memperparah kondisi dan memutus komunikasi.

Bantuan kemanusiaan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara.

Disalurkan langsung Gas 12 Kg, 2 tabung, Mie instan 5 dus, Telur 2 krat, air mineral, dan BBM 100 liter untuk operasional genset.

Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga, sambil menunggu akses jalan pulih.

Pemkab menjalankan dua strategi paralel untuk segera mengatasi isolasi Desa Tempur.

Pertama, melakukan perbaikan permanen pada jalan yang putus.

Kedua dan yang sedang diupayakan segera adalah membuka jalur alternatif darurat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani untuk meminjam tanah guna membuka jalur alternatif sementara. Harapannya, dalam waktu dekat sudah ada akses darurat yang bisa digunakan warga,” jelas Sekda Ary Bachtiar.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Denda Keterlambatan Adminduk Dihapus

Langkah ini diambil karena perbaikan jalan yang putus diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama akibat kerusakan yang masif.

Sekda mengimbau seluruh camat dan kepala desa di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini