ramadan 2026

Sejumlah Demonstran Jepara Sudah Dipulangkan, Ada Anak di Bawah Umur 

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Sep 2025 08:33 0 1156 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Dari total 55 orang demonstran yang diamankan pasca kerusuhan di kantor DPRD Jepara, 37 orang di antaranya telah dipulangkan kepada keluarganya.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Dari jumlah tersebut, juga ada 5 orang anak yang masih di bawah umur ikut terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut.

‎Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan, menjelaskan semula jumlah peserta aksi yang diamankan sebanyak 47 orang.

Namun setelah dilakukan pendataan ulang, angka tersebut bertambah menjadi 55 orang.

‎“Total ada 55 orang yang kami amankan saat kericuhan demo kemarin malam,” ujar AKP Wildan, kemarin.

‎Dari hasil pemeriksaan, 37 orang dipulangkan pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Para demonstran yang dilepas itu, dijemput langsung oleh keluarga masing-masing serta sejumlah tokoh masyarakat.

‎“Mereka sudah kami pulangkan, termasuk lima orang anak di bawah umur. Dari hasil pemeriksaan, mereka tidak terbukti terlibat tindakan anarkis,” kata dia.

Rata-rata mereka hanya ikut-ikutan dalam aksi. Meski begitu, mereka tetap dikenai sanksi wajib lapor.

‎Sementara sembilan orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jepara.

Polisi menduga mereka terlibat langsung dalam aksi anarkis, termasuk menyerang aparat kepolisian.

‎“Mereka diduga melempari petugas dengan batu dan benda lainnya,” imbuh Wildan.

‎Saat bentrokan terjadi, massa menggunakan batu, bambu, kayu, hingga benda-benda yang mereka temukan di jalan untuk menyerang aparat.

‎Untuk membubarkan kerumunan, polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke arah massa.

‎Meski berlangsung cukup lama, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

BACA JUGA :  Mangrove di Jateng Mengalami Degradasi: Ayo Hijaukan Kembali!

Namun, sejumlah anggota kepolisian mengalami luka akibat lemparan dan serangan dari massa.

Di sisi lain, AKP Wildan mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak mereka, khususnya yang masih di bawah umur.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga generasi muda agar tidak mudah terprovokasi.

‎”Kami berharap orang tua bisa mengawasi anak-anaknya. Sebaiknya mereka tetap berada di rumah dan tidak ikut dalam kerumunan yang berpotensi ricuh. Jangan sampai anak-anak kita terpengaruh isu-isu hoaks atau ajakan yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini