PATI – Mondes.co.id | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pati Suyanto, mengungkapkan jika minat masyarakat untuk menggunakan angkutan kota (angkot) sudah sangat minim.
Saking sedikitnya, banyak pengusaha atau sopir angkot yang menjual mobilnya, lantaran ingin mencoba pekerjaan lain yang lebih menghasilkan.
“Banyak yang dijual mas, kalau mobilnya sudah rusak atau terlalu tua malah dijual rongsokan cuma laku Rp5.000.000 – Rp7.000.000,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Suyanto mengungkapkan, masyarakat yang masih menggunakan angkot hanyalah anak-anak sekolah dan orang-orang tua yang kebanyakan adalah pedagang.
“Kebanyakan itu mbah-mbah yang jualan di pasar dan anak sekolah yang masih naik angkot mas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, jika anak sekolah yang masih menggunakan angkot, itu pun sudah berkurang sangat drastis.
Pasalnya, kebanyakan anak-anak SMP sekarang sudah difasilitasi orang tua mereka dengan sepeda motor, sehingga sangat minim yang masih menggunakan transportasi umum seperti angkot.
Ia pun mengharapkan kepada para orang tua, agar anak sekolah yang masih di bawah umur, untuk sebaiknya memanfaatkan transportasi umum dibandingkan kendaraan yang dikemudikan sendiri.
“Kalau bisa anak di bawah umur jangan dibiarkan berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan sendiri, karena rawan kecelakaannya, kalau bisa lebih baik menggunakan kendaraan umum,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar