Polri Tak Anti Kritik, Polres Trenggalek Gelar Lomba Mural dan Lukis

TRENGGALEK-Mondes. co.id| Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-93, Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek gelar lomba mural dan lukis. Mengambil lokasi di seputaran Hutan Kota (Huko) Trenggalek, korps Bhayangkara tersebut menggandeng seluruh elemen masyarakat, pelajar dan para perupa setempat. Dengan mengusung tema, ‘Sinergitas Polri Dengan Elemen Masyarakat Dalam Menangani Covid-19’ acara berlangsung tertib dengan antusiasme peserta cukup banyak. Pun begitu, kegiatan tetap dilangsungkan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepada awak media, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputra usai seremoni pembukaan lomba menyampaikan jika pihaknya menginisiasi kegiatan ini selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda juga sebagai salah satu upaya dalam memberi peluang serta fasilitasi generasi muda untuk menyampaikan inspirasi dan aspirasinya. Termasuk pula, mengakomodir kritik membangun terhadap institusi Polri khususnya di Polres Trenggalek.

“Polri bukan lembaga anti kritik, sehingga Polres Trenggalek pun memberikan fasilitasi. Dengan diikuti 75 peserta dari beberapa kategori, sekaligus nanti akan diberikan apresiasi kepada pengkritik yang sifatnya membangun demi Polri kedepan lebih baik,” ungkapnya, Kamis (28/20/2021).

Menurut Lulusan Akpol 2022 tersebut, dengan adanya masukan maupun kritikan maka kedepan diharapkan Polri bisa lebih PRESISI dan humanis. Para anggota kepolisian, saat melaksanakan tugas wajib mengedepankan komunikasi, “Penanganan masalah dengan lebih humanisme tanpa adanya tindakan represif kepada masyarakat,” imbuh AKBP Dwiasi.

Selain itu, dirinya menambahkan, sebagai wujud peran serta Polri di kewilayahan bahwa agenda ini juga sebagai langkah nyata dalam mendorong pemulihan perekonomian masyarakat. Dengan capaian vaksinasi yang terus meningkat, diperlukan alternatif untuk mengembalikan kondisi sosial ekonomi di tengah pandemi. Diantaranya, memaksimalkan potensi yang ada di wilayah seperti destinasi kepariwisataan. Pun begitu, harus tetap waspada dg adanya ancaman varian-varian baru mutasi genetis dari virus Covid-19.

“Vaksinansi terus digenjot demi pemenuhan ‘herd immunity’ hingga 50 persen lebih di akhir tahun. Sebab, dengan begitu level bisa dinaikan dan aktivitas ekonomi kembali lancar. Dan sebagai salah satu sumber pendapatan, destinasi wisata harus kita maksimalkan guna membantu memulihkan kondisi,” ujarnya.

Pihak Polres Trenggalek, sambung dia, sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lain dalam mewujudkan misi ini. Sehingga Huko Trenggalek sebagai salah satu titik destinasi terdekat dengan tengah kota dijadikan tempat dilaksanakannya lomba. Selain karena akses transportasi yang mudah, Huko juga punya suasana asri dan luas sehingga mampu mengakomodir banyaknya jumlah peserta. Sekalian pula, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbu) Trenggalek kini sudah mulai merintis penggunaan ‘barcode’ aplikasi peduli lindungi demi meminimalisir potensi penambahan kasus baru Covid-19.

“Tadi kami sudah berkordinasi dengan pak Kadis Parbud mengenai teknis dan lain-lain, sekaligus ini juga untuk sosialisasi penggunaan aplikasi peduli lindungi dengan barcode kepada para pengunjung wisata,” pungkasnya.

(Her/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.