Warga Bulumanis Lor Siap Bayar Rp50 Juta Asal Limbah Tak ke Sungai

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 18:33 0 380 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Aliansi Warga Anti Limbah Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, mengaku resah dengan tumpukan limbah tepung tapioka yang terus mengalir ke Sungai Mbango.

gempur rokok ilegal rembang

Persoalan tersebut dinilai telah berdampak terhadap lingkungan, mulai dari pendangkalan sungai, hingga mengancam persawahan dan tambak warga.

Keresahan itu disampaikan warga saat audiensi di Kantor Kecamatan Margoyoso pada Rabu (5/8/2026).

Dalam audiensi ini dihadiri Dlh Pati, Kades di kecamatan margoyoso yang terdampak, DPUTR Pati, Camat Margoyoso.

Salah satu warga terdampak dari Desa Bulumanis Lor Hamdan, mengatakan selama ini warga mendapatkan dispensasi dari perusahaan tepung tapioka sebesar Rp6 juta per tahun.

Namun, menurutnya, uang tersebut tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang harus ditanggung masyarakat.

“Rp6 juta per tahun buat apa, sedangkan limbah menumpuk di aliran sungai yang berdampak pada kesehatan, kerusakan alam, baik sawah maupun tambak,” tegas Hamdan.

Saking resahnya, warga bahkan menyatakan kesediaan memberikan uang hingga Rp50 juta kepada pengusaha tepung tapioka.

Adapun syaratnya, limbah tidak lagi dibuang ke sungai.

“Tidak perlu diberikan dispensasi. Yang kita butuhkan adalah lingkungan kami bersih, dijauhkan dari limbah,” ujarnya.

Hamdan menegaskan, persoalan utama warga bukan soal besaran kompensasi yang diberikan perusahaan.

Masyarakat menginginkan adanya solusi nyata agar pencemaran dan dampak limbah tidak terus terjadi.

Sementara itu, Kepala Desa Bulumanis Lor, Kunarso, mengatakan persoalan limbah tersebut sebenarnya telah berulang kali dibahas dalam audiensi.

Namun, hingga kini belum ada tindakan konkret yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Resmikan Laboratorium Living Life Bareng Unibraw di Pantai Kili-Kili, Ini Kata Gus Ipin

Menurutnya, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah pengerukan Sungai Mbango yang mengalami pendangkalan parah akibat akumulasi limbah tepung tapioka.

“Kondisi sungai saat ini kalau penyakit itu sudah kronis. Pendangkalan yang luar biasa, sehingga diperlukan pengerukan secepatnya,” keluhnya kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati.

Menanggapi tuntutan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati melalui Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan, Suwi’i, mengaku terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran untuk pengerukan sungai tersebut.

Selain itu, dia berharap pengerukan sungai tersebut tidak hanya dibebankan dari DLH saja, tetapi juga perusahaan penghasil Tepung Tapioka.

“Yang menjadi usulan dan tuntutan warga akan segera kami koordinasikan mengenai pengerukan sungai, pihak perusahaan juga ikut partisipasi dalam menyelesaikan persoalan yang berdampak kepada masyarakat,” ujarnya

Warga berharap, persoalan Sungai Mbango tidak kembali berhenti pada forum audiensi.

Mereka mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret sebelum pendangkalan dan pencemaran limbah semakin parah, serta berdampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini