Siap-Siap, Maraknya Toko Modern Tak Berijin di Rembang Bakal Ditutup

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Agu 2021 14:15 0 219 mondes

REMBANG-Mondes.co.id| Ketua DPRD Kabupaten Rembang H. Supadi, akan menjadwalkan pertemuan OPD Pemkab Rembang dengan BPAN Aliansi Indonesia cabang Rembang atas dugaan merebaknya toko modern yang tidak berijin.

Beberapa toko modern besar tanpa ijin diduga telah beroperasi liar di wilayah kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung ketua BPAN Aliansi Indonesia Cabang Rembang kepada Ketua DPRD Kabupaten Rembang H. Supadi. Ia mendesak kepada Ketua DPRD untuk memfasilitasi audensi dengan Dinas terkait di Pemkab Rembang.

Ketua DPRD Rembang H Supadi mengatakan, bahwa BPAN di persilahkan mendatangi toko – toko modern yang diduga tidak memiliki ijin namun sudah beroperasi, katanya via whatsapp (WA), Minggu (22/08/2021).

“Silahkan datangi saja toko- toko yang diduga belum berijin, tanyakan surat-surat perijinannya, bila terbukti memang belum ada atau tidak memilikinya berikan kesempatan waktu tiga hari untuk mengurusnya, apabila tidak terpenuhi maka dipersilakan untuk di tutup, karena juga merugikan Pemerintah Daerah karena tidak bayar pajak”, tegas H. Supadi.

Sementara itu, ketua BPAN Aliansi Indonesia cabang Rembang, Rachmad Hidayat menolak, oleh karena dikwatirkan akan timbul hal- hal yang kurang baik di lapangan.

“Lebih baiknya kita difasilitasi untuk duduk bersama, dan yang akan mengambil tindakan bilamana ditemukan (toko modern; red) tidak berijin adalah Satpol PP selaku penegak Perda, dan kami akan mengawalnya”, tandas Rachmad Hidayat.

Adanya pembicaraan koordinasi tersebut, ketua DPRD Rembang H Supadi berjanji akan menjadwalkan dan mencarikan waktu yang tepat untuk di pertemukan antara BPAN AI Rembang dan OPD di Pemkab Rembang terkait toko modern.

Baca Juga:  Polsek Sukolilo Gelar Razia Tongtek, Puluhan Pemuda Terjaring

(Aman/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini