selamat hari bhayangkara ke 78

Sedulur Sikep Jalan Kaki Pati-Blora Demi Menapaki Jejak Samin Surosentiko

waktu baca 3 menit
Kamis, 4 Jul 2024 19:30 0 341 Singgih TN

PATI – Mondes.co.id | Sedulur Sikep melangsungkan perjalanan napak tilas leluhurnya, yakni Samin Surosentiko dengan melakukan perjalanan dari sejumlah wilayah untuk menuju ke Kabupaten Blora.

Aksi berjalan kaki ini sebagai salah satu perwujudan laku jejeg, lugu mligi, dan nguri-uri ajaran Samin Surosentiko.

Perjalanan itu diikuti oleh Sedulur Sikep asal Kabupaten Pati, yakni Gunretno, Sukilan, Kuwat, dan Gunondo. Serta Sedulur Sikep asal Kabupaten Kudus, yakni Suwardi.

Mereka memulai perjalanan bersama dari Kecamatan Sukolilo untuk menuju ke lokasi tujuan di Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora untuk acara Festival Budaya Spiritual 2024.

Kisah perjalanan Sedulur Sikep ini dipantau oleh akun media sosial Instagram @wiji_kendeng dan @pendopo_pengayoman selama perjalanan spiritual tersebut.

Perjalanan dimulai pada Rabu (3/7/2024) dari Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Kemudian, pada hari ini, Kamis (4/7/2024), Gunretno dan para sedulur telah sampai di Kabupaten Blora. Mereka masih melangsungkan perjalanan bertajuk ‘Ngukuhi Wonge Nutukno Babadane’.

Rombongan sempat beristirahat di Balai Desa Pelemsengir, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora pada Kamis dini hari, lalu melanjutkan perjalanan spiritual tersebut.

Dalam perjalanan, Sedulur Sikep menyatu dengan kehidupan alam dan diri sendiri. Mereka mewujudkan sebuah laku dan menggambarkan langkah pijakan spiritual dengan alam semesta.

Pada perjalanan ini, tokoh Sedulur Sikep Gunretno, menyampaikan bahwa niatan bersama berjalan dari Kabupaten Pati menuju Kabupaten Blora untuk menyelami ajaran leluhur yakni Samin Surosentiko selaku pencetus ajaran Saminisme.

Perjalanan yang diniati bersama menuju Pendopo Pengayoman Ploso Kendiren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora guna melangsungkan Rembug Sedulur Sikep dan Mapag Mbah Suro pada 10 Juli 2024.

Baca Juga:  Warga Blora Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di TPI Banyutowo

“Kami Sedulur Sikep dari berbagai wilayah punya niat bersama berjalan sampai pondok untuk sarasehan budaya dari Baturejo (Sukolilo) sampai Pendopo Pengayoman Ploso Kendiren (Randublatung), petilasan Mbah Suro (Samin Surosentiko) sang figur Saminisme,” ungkapnya menceritakan kisah perjalanannya hari ini.

Ia mengaku jika ‘Ngukuhi Wonge Nutukno Babadane’ Mbah Suro belum bisa diteruskan secara maksimal sesuai riwayat perjalanan sang leluhur.

Namun, niatan Sedulur Sikep tulus demi melestarikan kebudayaan lokal yang diwariskan oleh leluhur.

“Kami punya niat, sampai petilasan Mbah Suro ini sebetulnya belum sebanding dengan perjalanan perjuangan Mbah Suro sendiri, karena kami ini belum bisa meriwayatkan perjalanan beliau di berbagai wilayah yang cukup luas, seperti Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Rembang, Grobogan, Kudus, Pati, dan Blora,” urai Gunretno.

Ia berpesan, agar tradisi dan tekad Samin Surosentiko terus dilangsungkan oleh generasi penerus.

Ia berharap, para Sedulur Sikep yang menempuh perjalanan ini tetap dalam kondisi kuat dan sehat.

“Ajaran ini jangan sampai hanya berguna untuk diri kita sendiri, kalau bisa untuk orang lain supaya diwariskan. Mari bersama-sama Sedulur Sikep melangsungkan tradisi dan tekad Mbah Samin. Perjalanan ini bisa sebagai perjalanan becik, semoga dulur-dulur sehat. Serta tekad Mbah Samin Surosentiko turun sampai ke anak-cucuk,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada 9 Juli 2024 akan diadakan Sarasehan Budaya yang berlangsung di Pedopo Kabupaten Blora pukul 08.30 sampai 12.30 WIB.

Dalam acara itu, akan membawakan tema ‘Ajaran Sedulur Sikep dan Relevansinya di Era Kekinian’.

Acara berlanjut pada 10 Juli 2024 di Pendopo Pengayoman, Ploso Kendiren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kegiatan yang dilangsungkan yakni Rembug Sedulur Sikep bertemakan ‘Ngukuhi Wonge Nutukno Babadane’ pukul 13.00 WIB dan proses Mapag Mbah Suro pukul 23.55 WIB.

Baca Juga:  Jaga Kondusifitas di Tempat Wisata, Ratusan Polisi Disiagakan

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini