Foto: Eduwisata di objek wisata Benteng Portugis Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Ribuan siswa dan guru dari berbagai tingkatan di Kecamatan Donorojo memadati objek wisata Benteng Portugis, Desa Banyumanis pada Jumat (8/5/2026).
Kehadiran mereka merupakan bagian dari apel pengenalan eduwisata, sebuah langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan destinasi bersejarah tersebut.
Acara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama, aksi bersih-bersih pantai, hingga tur wisata sejarah mengelilingi sisa-sisa benteng peninggalan dulu.
Kepala Disparbud Jepara, Ali Hidayat, menegaskan bahwa apel eduwisata ini adalah titik balik bagi Benteng Portugis.
Sebelum pandemi melanda, lokasi ini merupakan primadona wisata di Jepara yang tak pernah sepi pengunjung.
“Kami ingin membawa kembali masa kejayaan itu. Benteng Portugis kini telah berbenah dengan fasilitas yang lebih lengkap dari sebelumnya,” ungkap Ali.
Saat ini, pengunjung tidak hanya disuguhi nilai sejarah, tetapi juga beragam fasilitas pendukung seperti area outbound sederhana dan berkemah.
Sangat cocok untuk kegiatan sekolah dan komunitas.
Selain itu, ada kegiatan kolam renang, fasilitasi rekreasi keluarga, juga ada penginapan yang dapat dimanfaatkan pengunjung luar kota.
Juga ada wisata religi, yaitu ziarah ke makam Mbah Leseh, serta akses penyeberangan ke Pulau Mandalika untuk mengunjungi makam Sayid Usman dan Patak Warak.
Sebagai bentuk promosi dan apresiasi, pihak pengelola menggratiskan tiket masuk khusus pada hari pelaksanaan apel eduwisata tersebut.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, turut berbagi kenangan masa sekolahnya saat Benteng Portugis menjadi destinasi wajib bagi warga Jepara.
Ia berharap, gerakan eduwisata ini mampu memicu geliat ekonomi dan pariwisata lokal yang sempat meredup pasca-pandemi.
“Dulu, tempat ini selalu ramai. Saya ingin generasi sekarang merasakan hal yang sama, namun dengan tambahan nilai edukasi yang lebih kuat,” ujar Hajar.
Senada dengan hal tersebut, Sifra Octo Charis, siswa SMA N 1 Donorojo, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
Menurutnya, konsep eduwisata membuat belajar sejarah menjadi jauh lebih menyenangkan.
“Senang sekali bisa ikut. Selain jalan-jalan, ini menumbuhkan rasa cinta dan kepemilikan kita terhadap cagar budaya bangsa,” kata Sifra.
Sejarah mencatat bahwa sebelum tahun 2000-an, Benteng Portugis adalah magnet utama wisatawan.
Namun, pembatasan ketat saat pandemi Covid-19, memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan yang belum pulih sepenuhnya hingga saat ini.
Melalui peluncuran konsep Eduwisata ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap Benteng Portugis akan kembali menjadi destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam, kearifan lokal, dan edukasi sejarah bagi generasi muda.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar