Foto: Kondisi pohon kering di sepanjang jalur Kaliori-Meteseh Kabupaten Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Keselamatan para pengguna jalan yang melintasi jalur utama dari Kecamatan Kaliori menuju Desa Meteseh kini dalam kondisi terancam.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis, 25 Juni 2026, terdapat beberapa pohon mati dan mengering di sepanjang tepi jalan yang sewaktu-waktu bisa roboh dan memakan korban.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan, lantaran sejumlah dahan berukuran besar terpantau sudah patah dan menggelantung rapuh pada batang pohon.
Mengingat, jalur ini merupakan akses yang cukup padat dilalui warga, potensi terjadinya kecelakaan akibat tertimpa dahan atau pohon tumbang terbilang sangat tinggi.
Tingginya mobilitas masyarakat di jalur Kaliori-Meteseh, membuat keberadaan pohon-pohon kering ini menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi para pengendara roda dua.
Salah satu titik yang paling rawan berada di kawasan Desa Mojorembun.
Karmini, seorang pekerja asal Desa Maguan yang setiap harinya menggantungkan aktivitasnya melewati jalur tersebut, mengungkapkan rasa was-was yang mendalam.
Ia mengaku selalu diliputi rasa takut setiap kali harus melintas di bawah pohon-pohon kering tersebut, terlebih saat angin kencang berembus.
”Tolong mas, pohon kering di Desa Mojorembun dikoordinasikan dengan dinas terkait biar segera ditangani. Bahaya itu, soalnya ada dahan yang menggantung dan sudah putus,” ungkap Karmini dengan nada khawatir saat ditemui di lokasi, Kamis (25/6/2026).
Ia berharap, pihak berwenang tidak menunggu sampai jatuh korban jiwa, baru melakukan tindakan pemangkasan atau penebangan.
Menanggapi keluhan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh warga serta pengguna jalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan, memberikan respons cepat.
Pihaknya menyatakan siap bergerak melakukan penanganan, asalkan didukung oleh laporan administrasi yang jelas guna pemetaan lokasi.
Ika Himawan menyarankan agar warga atau pihak desa setempat segera membuat surat permohonan pemangkasan yang disertai dengan bukti dokumentasi visual.
Demi mempercepat proses, laporan tersebut bahkan boleh dikirimkan melalui aplikasi pesan instan.
”Ya mas, bikin surat, lampirkan foto, kirim lewat WA (WhatsApp) tidak apa-apa,” saran Ika Himawan memberikan solusi taktis saat dikonfirmasi.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar