Lapangan Kerja di Jepang Butuh Pekerja Asal Pati, Sektor Pertanian hingga Manufaktur

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Jun 2026 16:56 0 29 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemuda di Kabupaten Pati mendapat kesempatan emas untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.

Apalagi, setelah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati bekerja sama dengan Stikom Bali untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi pemuda Kabupaten Pati.

Hal itu dikarenakan, setelah berkuliah dari Stikom Bali, maka para lulusan akan diberikan jalan memulai karir pekerjaan di Jepang.

Di sana mereka akan memperoleh pekerjaan dan gaji yang layak.

Maka dari itu, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mulai memberikan kursus kepada para generasi muda pencari kerja dengan Bahasa Jepang.

Kesempatan itu dirasakan pula bagi LPK Hitoshi.

“Pemuda di Pati bersemangat kerja di Jepang. Kami menangani pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk memenuhi tenaga kerja di Jepang,” ungkap Direktur LPK Hitoshi, Rahmad Saptadirga kepada awak media, Kamis, 25 Juni 2026.

Sejauh ini, perusahaan-perusahaan di Negeri Sakura merupakan tenaga kerja dari Indonesia.

Buktinya, pemerintah Indonesia menargetkan 1 juta pekerja migran untuk bekerja di mancanegara.

“Bidang pekerjaan sudah ada kerja sama antara government Indonesia dan Jepang. Indonesia banyak yg dikirim ke luar negeri, pemerintah menarget 1 juta. Kita harapkan bisa mencetak tenaga kerja Indonesia di luar negeri,” terangnya.

Alasan memilih Jepang, lantaran sistem ketenagakerjaan di sana baik.

Dengan begitu, diharapkan tenaga kerja asal Indonesia mampu mendunia.

“Jepang sementara ini kami anggap negara sistemnya baik secara regulasi, erat sekali hubungan kerja samanya. Di sisi lain, Jepang sangat butuh tenaga kerja dari Indonesia, Indonesia saat ini diminati oleh Jepang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Intip Surga Tersembunyi di Jateng

Tenaga produktif Indonesia rata-rata berusia 29 tahun.

Sedangkan, tenaga produktif Jepang rata-rata berusia 50 tahun.

Diketahui, lapangan pekerjaan dibuka untuk beberapa sektor, di antaranya jasa konstruksi, kesehatan, perikanan, pertanian, driver, manufaktur, dan permesinan.

Ia harap banyak tenaga kerja dari Kabupaten Pati yang terserap sebagai Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) di Jepang.

Selama ini, terdapat 29 ribu pencari kerja di Kabupaten Pati.

Total jumlah tersebut berpeluang untuk bekerja di luar negeri, termasuk Jepang.

“Ada konstruksi, hospitality, perikanan, pertanian, driver, manufaktur, engineering. Kami harap target sebanyak-banyaknya, potensi sangat besar di Pati,” sebutnya.

Sebagai lembaga kursus, LPK Hitoshi berkolaborasi dengan LPK-LPK se-Kabupaten Pati.

Saat ini ada 26 LPK di Kabupaten Pati yang mengajarkan Bahasa Jepang, termasuk 6 LPK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini