Foto: pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang menerima bantuan program plangisasi yang difasilitasi melalui Rumah BUMN Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang menerima bantuan program plangisasi yang difasilitasi oleh Rumah BUMN Rembang.
Inisiatif ini strategis dalam memperkuat identitas usaha, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Rumah BUMN Rembang dalam mengawal perkembangan para pelaku usaha lokal.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan mencakup aspek yang komprehensif, mulai dari strategi pemasaran, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Mahfudz menilai, program plangisasi sebagai bentuk inovasi tepat guna yang menjawab tantangan nyata di lapangan.
Khususnya terkait penguatan posisi pasar UMKM di tengah kompetisi yang kian kompetitif.
“Program plangisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk lokasi fisik, melainkan menjadi simbol komitmen UMKM Rembang untuk naik kelas. Kami memproyeksikan program ini mampu stimulan positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan para pelaku usaha,” ujar Mahfudz.
Ia menambahkan bahwa kejelasan identitas visual tempat usaha merupakan faktor krusial dalam memperluas penetrasi pasar, sekaligus mengerek tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Rumah BUMN Rembang, Achmad Ghufron Nurrosyid, memaparkan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi kendala visibilitas yang kerap dihadapi pelaku usaha.
Banyak UMKM memiliki produk potensial, namun perkembangannya terhambat karena lokasi produksi yang sulit diidentifikasi oleh calon pelanggan.
Ghufron menjelaskan, penyaluran bantuan ini melalui proses kurasi yang ketat.
Dari total 40 UMKM yang mendaftar, terpilih 30 pelaku usaha yang memenuhi kriteria seleksi.
“Melalui program ini, kami berkomitmen memperkuat identitas usaha UMKM binaan agar lebih visible di masyarakat. Peningkatan visibilitas ini diharapkan berbanding lurus dengan perluasan akses pasar dan pertumbuhan volume usaha,” tegas Ghufron.
Adapun parameter penilaian dalam proses seleksi, meliputi komitmen tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan, kesiapan fisik dari rumah produksi, kelengkapan, dan validitas legalitas usaha.
Manfaat konkret dari program ini dirasakan langsung oleh salah satu penerima bantuan, Bella Ayu Paramitha.
Ia mengungkapkan bahwa keberadaan plang usaha sangat vital, terutama bagi para pelaku UMKM yang mengandalkan rumah tinggal sebagai basis produksi.
“Bantuan ini sangat signifikan bagi kami, terlebih di tengah dinamika ekonomi saat ini. Fasilitas diberikan secara penuh tanpa dipungut biaya, mencakup proses pembuatan, pengantaran, hingga teknis pemasangan di lokasi,” kata Bella.
Melalui sinergi kelembagaan ini, UMKM di Kabupaten Rembang diharapkan dapat membangun fondasi identitas bisnis yang lebih solid, meningkatkan daya saing pasar, dan mampu bertransformasi menjadi sektor usaha yang berkelanjutan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar