Pemkab Rembang Siapkan Anggaran Ratusan Juta Hadapi Kemarau 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Jun 2026 16:01 0 35 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mengambil langkah preventif, guna mengantisipasi dampak musim kemarau dan potensi kekeringan pada tahun 2026.

Kendati hingga saat ini belum ada laporan kendala atau pengajuan bantuan air bersih dari pihak desa, pemerintah daerah memastikan seluruh sumber daya, pasokan air, dan dukungan anggaran telah siap dimobilisasi.

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menyatakan bahwa ketersediaan air bersih di wilayahnya saat ini masih tergolong aman.

Meski demikian, upaya mitigasi tetap berjalan intensif, menjelang puncak musim kemarau.

​”Sampai saat ini, pengajuan dropping air bersih dari pihak desa memang belum ada. Namun, sebagai langkah antisipasi menghadapi kekeringan, kami telah bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, PMI, dan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Luthfi pada Selasa (23/6/2026).

Dalam keterangannya, Luthfi merinci bahwa BPBD Kabupaten Rembang telah mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp75 juta yang dikhususkan untuk distribusi air bersih.

Komitmen ini diperkuat oleh kontribusi kemitraan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), dan sektor swasta yang diperkirakan mencapai Rp200 juta.

​Melalui sinergi lintas sektor tersebut, total akumulasi anggaran yang siap digelontorkan untuk penanggulangan kekeringan di Kabupaten Rembang mencapai Rp275 juta.

​Sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan, BPBD secara berkala melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan.

BACA JUGA :  Pemkab Trenggalek Dorong Ekosistem Literasi dan Terciptanya Kota Inklusif

Proses identifikasi ini mengacu pada historis data bencana tahun-tahun sebelumnya, serta pemantauan kapasitas sumber air domestik.

​Berdasarkan data taktis BPBD, ​ pada tahun 2024 tercatat ada 64 desa yang tersebar di hampir seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Rembang menerima bantuan distribusi air bersih akibat dampak kekeringan.

​Tahun 2025, kondisi iklim relatif basah, sehingga tidak ada permintaan intervensi bantuan air bersih dari masyarakat.

​Sedangkan pada tahun 2026 ini, stok air di tingkat desa terpantau masih mencukupi, namun armada logistik dan pasokan air tetap disiagakan penuh agar dapat merespons cepat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan.

​BPBD Rembang juga terus memantau dinamika cuaca secara riil di lapangan.

Berdasarkan hasil koordinasi dan informasi prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kekeringan pada tahun ini diproyeksikan tidak separah periode beberapa tahun lalu.

​Volume air pada sejumlah waduk dan cadangan sumber air permukaan di Kabupaten Rembang dinilai masih dalam batas aman untuk menopang kebutuhan domestik warga.

​”Jika meninjau kondisi riil hari ini serta estimasi dari BMKG, ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun Insyaallah masih sangat mencukupi,” pungkas Luthfi.

​Melalui kesiapan komprehensif ini, Pemkab Rembang optimistis dapat meminimalkan dampak negatif musim kemarau, serta menjamin stabilitas pasokan air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kawasan rawan krisis air.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini