Pemkab Jepara Sulap Bahu Jalan Jadi Ladang Cuan Genjot Kas Desa

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 12:48 0 37 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Lahan marginal di bahu jalan yang biasanya hanya ditumbuhi semak liar atau pohon peneduh biasa, kini bersiap disulap menjadi mesin pencetak pundi-pundi rupiah.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Melalui inovasi cerdas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara secara resmi meluncurkan program penanaman pohon buah di turus jalan Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang pada Rabu (22/4/2026).

Langkah taktis ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi dirancang secara khusus sebagai strategi baru untuk menggemukkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Bupati Jepara, Witiarso Utomo yang turun langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah jalanan desa menjadi kawasan yang produktif secara ekonomi.

ketua pgri

“Hari ini kita melaksanakan program penanaman pohon turus jalan tidak lain untuk menaikkan PAD desa. Kita akan ubah sekitar 7 kilometer lahan marginal di Desa Sumanding, Bucu, Cepogo, Dudakawu, Pendem, dan Jinggotan menjadi Lorong Pangan yang produktif,” tegas Witiarso.

Sebagai tahap awal, program pilot project ini difokuskan di sepanjang jalan kabupaten dan sebagian jalan desa.

Pelaksanaannya didukung penuh oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLTU Tanjung Jati B.

Total akan ada lebih dari 700 pohon yang ditanam, 462 pohon di antaranya mulai ditanam pada hari ini.

Bukan sembarang pohon peneduh yang dipilih.

Pemkab secara strategis menanam bibit mangga Kioji dan kelengkeng.

Kedua jenis buah ini dinilai sangat cocok dengan karakter agroklimat di Kecamatan Kembang dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

“Diperkirakan, jika dirawat sampai panen, hasilnya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per pohon. Saya ingin manfaat ekonominya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah,” jelas Bupati penuh optimisme.

BACA JUGA :  Persijap Siap Balas Luka Pertemuan Pertama dari Bhayangkara FC

Untuk menjamin keberlanjutan ‘Lorong Pangan’ ini, Pemkab tidak melepas tangan begitu saja setelah penanaman.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara akan ditugaskan secara khusus untuk mendampingi warga dalam hal perawatan hingga pemupukan tanaman.

Inovasi brilian ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Jinggotan, Solikin, mengapresiasi penuh langkah Pemkab.

Menurutnya, program ini memiliki dampak ganda, yakni mempercantik lingkungan, mendatangkan cuan, sekaligus merekatkan semangat gotong royong warganya.

“Perlu partisipasi warga agar pohonnya hidup, berkembang, dan memberi manfaat untuk manusia serta lingkungan. Nah, kesadaran menjaga bersama itulah yang bagus, karena warga jadi lebih peduli dengan kondisi di sekitarnya,” tandas Solikin.

Ke depan, Pemkab Jepara berharap konsep ‘Lorong Pangan’ ini sukses menjadi percontohan (role model) yang solutif.

Mengubah lahan tidur yang terbengkalai menjadi denyut nadi ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakat desa.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini