Foto: Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, dan Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi ketika diwawancarai awak media (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati resmi dibuka hari ini, Rabu, 22 April 2026 di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Acara yang bertempat di lapangan Desa Godo itu, dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, dan Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan TMMD menjadi program rutin yang dijalankan dengan sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan Kodim Pati bergerak bersama menyukseskan TMMD.
Perlu diketahui, sasaran program TMMD kali ini ada dua pembangunan, yaitu fisik dan non fisik.
Pembangunan fisik meliputi betonisasi jalan pertanian sepanjang 950 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan 16 sentimeter.
Selanjutnya, pembangunan bedah rumah untuk Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebanyak 6 unit.
Lalu, pembangunan 6 unit bangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di tempat umum.
Sedangkan, untuk pembangunan non fisik meliputi penghijauan kawasan hutan desa setempat, pelatihan pertukangan bagi warga, pelatihan membatik bagi warga, dan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan bagi warga Desa Godo.
“Kegiatan ini rutin oleh TNI bersama Pemerintan Kabupaten Pati untuk sengkuyung bersama masyarakat sekitar,” ungkap Chandra.
Ia menilai, TMMD sangat tepat dilaksanakan di desa-desa terpencil di Kabupaten Pati.
Menurutnya, desa-desa perbatasan dengan wilayah kabupaten lain amat sangat cocok menjadi lokasi sasaran TMMD.
“Harapannya TMMD berikutnya di daerah perbatasan atau terpencil. Bisa di ujung-ujung perbatasan Pati-Blora, Pati-Rembang, Pati-Grobogan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dandim Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto mengungkapkan alasan dipilihnya Desa Godo sebagai lokasi TMMD.
Dikatakannya, wilayah tersebut termasuk desa yang masuk kategori Desa Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T).
“Alasan pertama, awalnya Godo karena lokasi pinggiran Kabupaten Pati, salah satu daerah 3T dari pusat kota. TMMD ini alasannya membangun desa-desa di pinggiran,” paparnya saat sesi wawancara dengan awak media.
Kegiatan akan berlangsung selama 30 hari, artinya program TMMD di Desa Godo ini akan berakhir pada 21 Mei 2026 mendatang.
“Pelaksanaan 30 hari dengan banyaknya rentetan pekerjaan, seperti ada penghijauan kita sudah laksanakan, rencana 2 Mei penghijauan dengan menanam 1.000 pohon, semoga Kendeng kembali hijau. Semoga penutupan 21 Mei bisa selesai tepat waktu, tidak ada yang molor dan juga bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.
Pihaknya berharap program TMMD bermanfaat bagi masyarakat Desa Godo.
Serta, adanya program sinergi antara Pemkab Pati dan Kodim Pati mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Godo.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar