Pameran Tosan Aji di Museum R.A Kartini Jepara Singkirkan Stigma Mistis

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 12:08 0 38 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Ribuan pasang mata diajak untuk melihat Tosan Aji dari sudut pandang yang berbeda.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Melalui pameran yang digelar di Aula Museum R.A Kartini, Jepara, sejak Sabtu 25 April 2026, deretan pusaka bersejarah, khususnya keris khas Jepara, dipamerkan kepada publik.

Acara ini menjadi langkah besar untuk membuktikan bahwa keris bukanlah sekadar benda klenik, melainkan mahakarya seni dan sains kebanggaan bangsa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pameran Tosan Aji ini.

ketua pgri

Ia menegaskan bahwa pameran ini memikul tanggung jawab penting untuk mengedukasi masyarakat awam.

“Seringkali masyarakat awam melihat Tosan Aji hanya dari sudut pandang mistis. Melalui pameran dan edukasi ini, kita punya tanggung jawab untuk menjelaskan bahwa Tosan Aji adalah mahakarya seni yang diakui dunia. Di dalamnya terdapat nilai estetika, keindahan pamor, dan dhapur. Serta sains, yakni teknik tempa lipat yang mendahului zamannya,” ungkap Ali Hidayat, kemarin.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah hadirnya Tosan Aji bergaya pesisiran.

Berbeda dengan keris gaya pedalaman atau keraton seperti Solo dan Yogyakarta, keris pesisiran memiliki karakter yang unik.

Yakni, lebih terbuka, dinamis, ekspresif, dan berani dalam berinovasi.

Hal ini secara langsung mencerminkan karakter masyarakat pesisir utara Jawa.

Menurut Ali, gaya pesisiran ini bisa diangkat sebagai wujud “keris sebagai diplomasi budaya”.

Hal ini menunjukkan bahwa Tosan Aji tidaklah statis, melainkan selalu adaptif terhadap perubahan zaman dan interaksi antar bangsa di pelabuhan-pelabuhan besar Jawa pada masanya.

BACA JUGA :  Terdampak Kekeringan Hebat, Polisi Distribusi Bantuan Air Bersih ke Pati Selatan

“Jangan sampai warisan yang adiluhung ini justru lebih diapresiasi oleh bangsa lain dibanding kita sendiri,” tegasnya.

Langkah menghadirkan pusaka ke ruang publik seperti museum ini juga mendapat dukungan penuh dari legislatif.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Lusiana Afrianti, menegaskan bahwa DPRD memberikan perhatian serius melalui alokasi anggaran untuk pengembangan dan pelestarian kebudayaan daerah.

“Kami sangat mendukung pelestarian Tosan Aji dan inisiatif untuk memamerkan karya-karya mereka di museum. Tosan Aji bukan benda mistis, melainkan artefak yang mengandung nilai sejarah penuh filosofi yang harus diwariskan kepada generasi bangsa. Pameran ini bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya lokalnya,” kata Lusiana.

Ketua Perkumpulan Pelestari Tosan Aji Jepara, Ricardo Gerit Zaal, mengatakan untuk memperkaya wawasan pengunjung pameran, acara ini juga dirangkai dengan sarasehan yang menghadirkan pakar-pakar mumpuni.

Di antaranya adalah Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, KH. Jadul Maula, serta Asesor dan Kurator Keris, DR. R. Wisnu Kusuma Wardana.

KH. Jadul Maula, tokoh muda NU yang aktif menggerakkan kebudayaan berbasis Islam Nusantara, memandang keris murni sebagai simbol dan puncak kebudayaan Nusantara, bukan sekadar benda magis.

Ia menegaskan bahwa tugas Lesbumi NU di sini adalah untuk membedah dan memberikan penjelasan terkait nilai filosofis serta keunggulan keris agar tidak diagung-agungkan secara berlebihan dan salah kaprah.

“Keris merupakan bagian dari kekayaan budaya yang patut dihargai dan dihormati sebagai bagian dari tradisi,” pungkas Pengasuh Pesantren Kaliopak Yogyakarta tersebut di sela-sela pameran.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini