Mengayuh Sejarah ke Prambanan, Tujuh Onthelis Jepara Siap Tempuh Panggung Dunia

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 14:21 0 56 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Suara gemerincing besi tua dan derit khas kayuhan pedal memecah keheningan hari Jumat (22/5/2026) pagi.

Bukan sekadar jalan-jalan santai, hari ini menjadi awal dari misi besar bagi tujuh pria tangguh yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kabupaten Jepara.

Di atas sadel sepeda-sepeda antik penuh sejarah, mereka bersiap membawa nama daerah ke pentas internasional.

Bagi pesepeda modern, jarak 177 kilometer mungkin biasa ditempuh dengan sepeda berbahan carbon fiber yang super ringan.

Namun, bagi Deni, Hendy, Nanda, Triyanto, Riski, Udien, dan Ulil, perjalanan dari Jepara menuju Candi Prambanan, Klaten, akan mereka taklukkan dengan modal kekuatan kaki, daya tahan fisik, dan ketangguhan sepeda tua peninggalan masa lalu.

Ketujuh onthelis ini dilepas secara resmi untuk mengikuti ajang bergengsi IVCA 2026 (International Veteran Cycling Association).

Gelaran dunia ini merupakan momen langka, karena Indonesia tidak setiap tahun dipercaya menjadi tuan rumah.

Tahun ini, dengan berpusat di Candi Prambanan, gelaran IVCA siap menyambut ribuan pecinta sepeda tua dari sekitar 57 negara.

Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini, diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya, membakar semangat nasionalisme para peserta.

Keberangkatan para pejuang kayuh ini diiringi restu dan dukungan penuh dari tokoh-tokoh penting Jepara.

Hadir dalam seremonial tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Jepara Gus Hajar, Anggota DPRD Jateng Andang Wahyu Triyanto sekaligus Dewan Penasehat KOSTI Jepara, Sekdin Disparbud Jepara Agus Priyandi, dan Sekretaris KOSTI Jepara Ubay.

Selain itu, juga sejumlah Perwakilan KORMI Jepara yaitu Asep, Mas Iman Bagus, dan Fahrudin.

BACA JUGA :  PMK Kembali Menyerang, Peternak Rembang Lebih Waspada

Dalam sambutannya, Andang memberikan suntikan motivasi agar para pesepeda senantiasa menjaga stamina dan kekompakan sepanjang jalur yang dilewati.

“Selamat dan semoga selamat sampai tujuan dan tentu saja membawa nama baik Jepara,” kata Andang.

Sebelum bendera start dikibarkan, Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati para peserta.

Ia mengingatkan bahwa misi ini bukan sekadar tentang olahraga atau rekreasi, melainkan diplomasi budaya.

“Tetap jaga nama baik Jepara di mana pun berada. Kita harus selalu menjaga budaya yang ada, karena sepeda tua ini bukan sekadar alat transportasi masa lalu, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi,” pesan Gus Hajar penuh kehangatan.

Suasana religius menyelimuti akhir acara saat doa bersama dipanjatkan, demi keselamatan para pesepeda di jalan raya.

Tepat setelah itu, bendera pelepasan dikibarkan langsung oleh Gus Wabup, didampingi Andang, jajaran KORMI, dan DISPARBUD Kabupaten Jepara.

Kini, roda-roda besi tua itu mulai berputar mantap meninggalkan Jepara.

Di depan mereka, aspal jalanan sepanjang ratusan kilometer telah menanti.

Dengan semangat membara yang tak kalah dengan laju kendaraan modern, ketujuh onthelis KOSTI Jepara siap mengayuh sejarah.

Membawa kebanggaan lokal untuk bersanding dengan puluhan negara dunia di pelataran megah Candi Prambanan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini