Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa SD 16 Lonrong Jaga Laut dengan Pemilahan Sampah

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jul 2026 14:03 0 225 Redaksi

MAKASSAR – Mondes.co.id | Desa Lonrong merupakan salah satu desa yang memiliki potensi di sektor pertanian dan perkebunan.

gempur rokok ilegal rembang

Namun, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, menyebabkan kebiasaan membuang sampah tanpa dipilah masih sering dijumpai.

Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitar, saluran air, hingga bermuara ke laut.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik, terutama sampah plastik, dapat mengancam kelestarian ekosistem laut karena sulit terurai dan dapat membahayakan berbagai jenis biota.

Selain itu, penumpukan sampah juga dapat menjadi sumber penyakit, seperti diare, demam berdarah, dan infeksi akibat berkembangnya bakteri maupun vektor penyakit.

Siswa sekolah dasar merupakan kelompok usia yang tepat untuk diberikan pendidikan lingkungan sejak dini, karena pada tahap ini mereka lebih mudah membentuk kebiasaan dan karakter yang positif.

Melalui edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, dampak sampah terhadap laut dan kesehatan manusia, serta penyediaan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah, diharapkan siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih.

Serta, menjadi agen perubahan yang dapat mengajak keluarga maupun masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menindaklanjuti hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 melaksanakan kegiatan sosialisasi kesadaran lingkungan bagi siswa Sekolah Dasar 16 di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan yang berlangsung kemarin ini, mengusung tema pilah sampah, selamatkan laut sebagai edukasi pemilahan sampah, dampak sampah terhadap laut, serta pembuatan tempat sampah terpilah dari bahan anorganik, sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

BACA JUGA :  Antisipasi Banjir Luapan, DPUTR Pati Giat Lakukan Pembersihan Sampah di Sungai

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap ekosistem laut, seperti pencemaran perairan, kerusakan habitat biota laut, hingga ancaman terhadap kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Sebagai bentuk praktik langsung, mahasiswa KKN membuat tempat sampah terpilah dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, sekaligus memberikan contoh bahwa bahan-bahan alami dapat dimanfaatkan menjadi sarana pengelolaan sampah yang sederhana dan ramah lingkungan.

Melalui sosialisasi dan praktik tersebut, diharapkan siswa memiliki pengetahuan, sikap, dan kebiasaan untuk memilah sampah sejak dini.

Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang turut mengajak keluarga dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta berkontribusi dalam melestarikan ekosistem laut.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini