Pengusaha Mebel Jepara Didorong Jangkau Pembeli Luar Negeri Tanpa Perantara

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Nov 2026 15:08 0 30 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pelaku industri mebel Kabupaten Jepara didorong untuk menguasai prosedur dan tata cara ekspor secara mandiri agar mampu menjangkau pembeli luar negeri secara langsung tanpa melalui perantara, sekaligus meningkatkan margin keuntungan usaha.

gempur rokok ilegal rembang

Edukasi mengenai pemenuhan dokumen dan prosedur ekspor tersebut menjadi fokus utama dalam Pelatihan Prosedur Ekspor bagi Industri Mebel Jepara yang digelar di Sentra Patung Mulyoharjo, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Octofest 2026.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Dhaula Patta Raya, menegaskan bahwa pemahaman alur perdagangan luar negeri secara langsung sangat krusial, agar pengusaha lokal tidak terus bergantung pada pihak ketiga.

“Dengan memahami dan menguasai seluruh prosedur ekspor secara mandiri, pelaku usaha dapat memasarkan produknya langsung ke pembeli di luar negeri. Hal ini tidak hanya memangkas rantai distribusi, tetapi juga memastikan keuntungan yang diperoleh pengusaha jauh lebih optimal,” ujar Dhaula, Selasa (3/11/2026).

Sebagai langkah pendukung agar pelaku usaha siap menembus pasar luar negeri tanpa perantara, Pemkab Jepara memberikan fasilitas legalitas dan akses pameran melalui Kartu Mebel Jepara (KMJ).

Pada 2026, sebanyak 20 dari 100 pengusaha pemegang KMJ telah difasilitasi untuk tampil di ajang internasional seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Guna memperluas jangkauan tersebut, Pemkab Jepara membuka pendaftaran gratis untuk tambahan kuota 1.500 KMJ hingga akhir Desember 2026.

Fasilitas ini diperuntukkan bagi pengusaha, karyawan, hingga pengukir untuk memperoleh pelatihan teknis pendukung standar ekspor serta jaminan perlindungan BPJS.

BACA JUGA :  Pemkab Rembang Intensif Susun Rencana Jitu Atasi Kemiskinan

Konsultan Kementerian Perindustrian Ditjen IKMA, RM Satya Brahmantya, menambahkan bahwa kemampuan bertransaksi langsung dengan pembeli asing harus diimbangi dengan kesiapan produk.

Pengusaha diimbau menonjolkan keunggulan ukiran buatan tangan (handmade), narasi budaya (story telling), serta penyesuaian desain dan ketersediaan bahan baku agar produk Jepara makin diminati pasar global.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini