Kapolres Pati Beri Tali Asih Anak Yatim Piatu di Jaken dan Pucakwangi

PATI-Mondes.co.id| Ada dua keluarga di Desa Tamansari Kecamatan Jaken dan dua di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi didatangi oleh Kapolres Pati AKBP Christian Tobing bersama jajarannya.

Kedatangan Kapolres ini yakni ingin memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang kini menjadi yatim piatu setelah orangtuanya meninggal dunia terpapar Covid-19.

Kabar adanya anak yatim piatu akibat Covid-19 itu memang menggugah kepedulian dari AKBP Christian Tobing.

Pihaknya datang untuk dapat turut menghibur secara langsung serta memberikan tali asih maupun bantuan kebutuhan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pati mengajak berdialog langsung empat anak yatim piatu dari dua keluarga tersebut. Kapolres memberi motivasi agar keempat anak tersebut tak patah semangat dan tetap tegar dalam melanjutkan kehidupannya.

“Tetap semangat belajar ya, ingin jadi dosen kan? Saya doakan agar bisa terlaksana. Kalau butuh bantuan apapun bilang saja sama pak Bhabinkamtibmas nanti biar disampaikan ke saya,” ujar Kapolres AKBP Christian Tobing.

Merespon Kapolres, Nayla salah satu penerima tali asih mengaku memang bercita-cita ingin menjadi dosen Bahasa Inggris. Saat ini dia baru duduk di kelas 9 sekolah menengah pertama (SMP).

Dia bersama adiknya yang masih balita kini tinggal bersama budhenya.

“Terimakasih pak Kapolres sudah membantu kami,” ujarnya.

Ucapan terimakasih kepada Kapolres Pati itu juga diungkapkan oleh Sinta Wijayanti. Dia saat ini hanya bisa berupaya tabah menghadapi cobaan yang tengah dihadapinya. Berdua dengan adiknya, ia kini memilih tinggal bersama sang nenek.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan, kedatangannya itu ingin menunjukkan empati dan kepedulian kepada anak-anak yang ditinggal bapak ibunya karena Covid-19.

“Kami begitu berempati. Kami berharap anak-anak tersebut dapat tetap bisa melanjutkan kehidupannya dan pendidikannya. Kami ingin mereka tetap bersemangat. Polri akan bersama mereka,” harapnya.

Melalui tali asih ini juga diharapkan agar pendidikan anak-anak tersebut tidak terputus. Bahkan Bhabinkamtibmas setempat juga telah diminta memantau perkembangan anak-anak tersebut agar dapat mengetahui bila ada kebutuhan tertentu.

“Bila memang mempunyai kebutuhan yang bisa kami bantu tentu akan kami bantu. Kami juga berterimakasih kepada yang sudah berkenan mengasuh mereka. Kami nantinya juga aka nada progam kaitan dengan anak yang ditinggal orang tua karena Covid-19,” pungkas dia.

[HmsRes]

(*/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.