Ironis!! Bantuan Solar Subsidi Nelayan di Dua Desa Dinilai Salah Sasaran


PATI-Mondes.co.id| Bantuan Solar subsidi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi kelompok nelayan mina basuki 1 dinilai tidak tepat sasaran. Hal itu menyusul lantaran bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kapasitas perahu yang berada di 2 desa yakni Desa Mintobasuki dan Desa Mustokoharjo.

Demikian disampaikan Humas Lembaga Independent Bebas Anti Suap (Libas) Kabupaten Pati Aris kepada wartawan, Pada, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, Bantuan solar yang diberikan kepada kelompok nelayan dianggap janggal karena sesuai informasi bantuan untuk kelompok nelayan yang berada di mustokoharjo, hanya saja untuk prosedurnya diduga dialihkan ke kelompok nelayan yang berada di Mintobasuki oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) tanpa melalui prosedur.

“Untuk ketua paguyubannya dulu di mustokoharjo, namun tiba-tiba untuk paguyubannya dipindah ke Mintobasuki, tanpa prosedur,” katanya.

Selain itu, Untuk jumlah anggota yang tergabung di paguyuban juga dianggap tidak sesuai. Pasalnya, Sesuai data untuk kelompok nelayan yang mempunyai perahu dan penerima kartu dan tergabung di paguyuban Mina Basuki sebanyak 84 orang, sementara dalam daftar yang diajukan sesuai daftar berbeda variasi, yakni 50 orang, 40 orang dan 48 orang, sehingga diduga ada manipulasi data.

“Kita cek data penerima bantuan solar yang terdaftar di Kominfo, kira-kira sesuai tidak, karena sesuai data yang saya miliki ada 3 daftar nama-nama yang jumlahnya berbeda dengan nelayan yang terdaftar di paguyuban,” ujarnya.

Yang lebih ironis lagi, Para nelayan yang mendapatkan bantuan solar subsidi juga di duga tidak sesuai. Pasalnya, Para nelayan yang mendapatkan bantuan solar ini rata-rata hanya nelayan yang menggunakan perahu dayung, bukan jenis nelayan yang menggunakan perahu untuk melaut.

“Kami minta agar dinas DKP Provinsi segera melakukan evaluasi, karena ada dugaan bantuan yang diberikan itu tidak tepat sasaran, dan bantuan itu terkesan hanya dimanfaatkan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Mina Basuki Lasno ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya tidak ada tanggapan, bahkan dari pihak Pengelola di DKP Kabupaten Pati Taryadi mengaku bahwa itu sudah sesuai, dan pihak Kabupaten hanya memfasilitasi penyaluran saja, karena semua dari Provinsi Jateng, namun ketika ditanya soal data penerima yang dianggap tidak sesuai, ia enggan memberikan tanggaapan.

“Menurut kami sudah sesuai, karena kabupaten hanya memfasilitasi penyaluran saja, semua dari provinsi jateng, kalau ingin lebih jelas ya tanyakan DKP provinsi,” singkatnya.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.