PASANG IKLAN DISINI

Hari Jamu Nasional, Siswa SMAN 1 Bangsri Gandeng Mbok Jamu Gendong

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Mei 2023 11:25 0 453 mondes

JEPARA – Mondes.co.id | Tidak banyak masyarakat yang mengetahui, jika tanggal 27 Mei diperingati sebagai Hari Jamu Nasional.

bawaslu trenggalek

Terkait hal tersebut, siswa dan guru SMAN 1 Bangsri, Kabupaten Jepara, menggelar peringatan Hari Jamu Nasional dengan mendatangkan Mbok jamu gendong ke sekolah.

Tidak hanya itu, juga dilakukan kegiatan pengenalan jamu tradisional kepada lingkungan sekolah.

Bertajuk Smansaba Cerdas Berbudaya, 700 lebih siswa SMAN 1 Bangsri memperingati Hari Jamu Nasional di sekolah.

Berbagai kegiatan digelar untuk mempopulerkan kembali jamu gendong kepada generasi muda.

Selain mendatangkan para penjual jamu, siswa diperkenalkan aneka macam tanaman herbal, atau yang disebut empon-empon. J

uga, dilakukan tanya jawab seputar jamu tradisional Indonesia.

Memang, selama ini konsumsi jamu masih didominasi oleh kalangan usia tua.

Di mana konsumsi jamu oleh masyarakat masih kalah dari konsumsi kopi.

Jamu dinilai rasanya pahit, aromanya kurang sedap, yang menjadikan alasan mengapa kurang diminati kalangan muda.

Namun, dengan mengetahui khasiat meminum jamu, dapat mematahkan pendapat ini.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bangsri Nur Yahya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan ajakan mengkonsumsi jamu, khususnya dikalangan anak muda.

Selama ini, tidak banyak anak muda yang mengkonsumsi jamu tradisional.

“Kami mencoba mengangkat Hari Jamu Nasional untuk memperkenalkan generasi muda pada warisan luhur nenek moyang. Dengan begitu mereka bisa lebih mencintai dan bangga mengkonsumsi jamu,” ungkap Yahya, Kamis 25 Mei 2023.

Dikatakan, jamu tradisional identik dengan minuman pahit, tapi memiliki khasiat atau manfaat yang luar biasa bagi tubuh.

Baca Juga:  Jepara Sukses Catatkan Rekor MURI Pejabat Membakar Ikan Terbanyak di Indonesia

Juga membuat anak lebih cerdas dalam berpikir.

“Kami mencoba agar siswa di sekolah bisa lebih sehat. Salah satunya dengan mengkonsumsi jamu ini,” kata dia.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM), khususnya penjual jamu gendong di sekolah agar bisa terangkat kembali seperti masa-masa kejayaan jamu gendong.

Untuk itu, harus diawali dari lingkungan sekolah terlebih dulu, kemudian berkembang di masyarakat.

“Saya kerahkan seluruh siswa dan guru. Lebih dari 700 siswa untuk minum jamu tradisional,” jelas dia.

Salah satu siswi, Silvi mengaku baru pertama kali meminum jamu tradisional.

Kali ini ia memilih segelas kecil jamu beras kencur.

Jamu ini, memiliki khasiat meredakan batuk dan flu, pegal-pegal, serta menambah nafsu makan.

“Baru kali ini minum jamu. Rasanya pahit manis, seperti beras dan kunyit. Tapi lumayan suka,” ungkap Silvi.

Hal yang sama disampaikan siswi lain, Srikandi Rahmawati.

Diterangkan, jamu banyak sekali manfaatnya bagi tubuh.

Meskipun, sudah banyak yang mendengar mengenai jamu, namun masih sedikit yang meminumnya untuk sehari-hari.

“Baru tahu, ternyata jamu banyak manfaatnya bagi tubuh,” katanya.

Panitia kegiatan Hazel mengatakan, dalam kegiatan ini, para siswa bisa mendapatkan segelas jamu dengan menukarkan kupon senilai Rp2 ribu yang sudah disiapkan panitia.

Beberapa jamu yang dapat dinikmati oleh siswa antara lain, jamu sirih, jamu beras kencur, kunyit asem, jahe merah, wedang uwuh, juga temulawak.

Kegiatan ini ditutup dengan meminum jamu secara bersama-sama. (Ar/Dr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini