Hanya Ada 3 di Jateng, Jepara Dipilih Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Gratis

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 10:17 0 247 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Kabupaten Jepara berhasil terpilih menjadi salah satu dari hanya tiga daerah di Jawa Tengah yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai lokasi pendirian Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

gempur rokok ilegal rembang

Kabar baik bagi dunia pendidikan ini segera direalisasikan dengan dibukanya rekrutmen siswa sepanjang Juli 2026, sementara kegiatan belajar mengajar dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus mendatang.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengungkapkan bahwa SNT ini merupakan fasilitas khusus yang diperuntukkan bagi siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Alhamdulillah, tahun ini pada bulan Juli Jepara mendapatkan Sekolah Nasional Terintegrasi dari pemerintah pusat. Ini adalah ruang bagi anak-anak kita yang memiliki prestasi luar biasa,” ujar Witiarso, Rabu (8/7/2026).

Pada tahap awal, sekolah unggulan ini akan membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan dua rombel untuk jenjang SMA.

Untuk memastikan efektivitas pembelajaran yang maksimal, masing-masing rombel hanya akan diisi oleh kuota terbatas, yaitu 20 siswa.

Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit ini menegaskan bahwa SNT menganut prinsip inklusif dan tidak membatasi peserta berdasarkan kondisi ekonomi.

Siswa dari berbagai kategori desil kesejahteraan sosial dapat mengikuti seleksi, asalkan memenuhi syarat prestasi yang ditentukan.

Seluruh proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan dan mandiri langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menariknya, siswa yang saat ini sudah terlanjur terdaftar dan bersekolah di tempat lain, tetap diperbolehkan untuk ikut mendaftar.

“Yang penting mereka berprestasi, baik akademik maupun non akademik. Rekrutmennya langsung ditangani oleh Kemendikdasmen. Pendidikan di SNT ini juga tidak menerapkan sistem asrama (pulang-pergi) dan seluruhnya tanpa dipungut biaya alias gratis,” tambahnya.

BACA JUGA :  Geger Pengisian Perangkat Wangunrejo, Dispermades: Belum Ada Pengajuan

Meski tetap mengacu pada kurikulum nasional, konsep pengajaran dan metode pembelajaran di SNT dipastikan akan tampil berbeda dan lebih inovatif dibandingkan sekolah reguler pada umumnya.

Sembari menunggu fasilitas fisik siap, Pemkab Jepara bergerak cepat dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar sementara.

Langkah jangka panjang pun sudah dimatangkan.

Gedung permanen SNT dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026 di atas lahan seluas 10 hektare.

Lokasi masa depan sekolah ini sengaja dirancang berdampingan dengan Sekolah Rakyat agar tercipta ekosistem pendidikan yang terpadu.

Kehadiran SNT di Jepara diprediksi akan menjadi magnet baru bagi pelajar di wilayah eks-Karesidenan Pati.

Pasalnya, SNT Jepara tidak membatasi domisili hanya untuk warga lokal Jepara saja.

Siswa berprestasi dari kabupaten tetangga seperti Kudus, Pati, hingga Demak berkesempatan besar untuk ikut bersaing memperebutkan kursi.

“Di Jawa Tengah sekolah ini sangat langka, hanya ada tiga daerah yang ditunjuk yaitu Jepara, Cilacap, dan Purbalingga. Sementara untuk skala nasional, jumlahnya dibatasi hanya 25 sekolah saja,” pungkas Witiarso.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini