Diterjang Rob dan Ombak Tinggi, Ribuan Nelayan Dukuhseti Berhenti Melaut

PATI – Mondes.co.id | Pasca diterjang air rob dan gelombang tinggi di pesisir utara Jawa ribuan Nelayan di Dukuhseti, Pati Jawa Tengah sepekan terakhir tidak bisa melaut. Selain menerjang rumah yang berada di tepi pantai, rob juga membuat tanggul ratusan hektar tambak milik warga jebol.

Ratusan perahu jenis cokrik tampak tertambat di pelabuhan ikan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Akibatnya ribuan nelayan di daerah tersebut terpaksa tidak bisa melaut karena air pasang dan gelombang tinggi yang masih terjadi di pesisir Utara Jawa.

Guna mengisi waktu sejumlah nelayan memilih untuk memperbaiki alat tangkap ikan dan memperbaiki perahu mereka. Mereka tidak berani melaut sejak 5 hari terakhir di Banyutowo selain perahu cokrik beberapa kapal jenis cantrang juga tampak tertambat di dermaga.

“Kondisi tempat pelelangan ikan banyutowo pun kini tampak sepi karena tidak ada aktivitas lelang. Hanya sebagian nelayan yang melaut di pinggiran pantai, itupun mencari ikan bandeng yang banyak lepas dari tambak yang tanggulnya jebol saat diterjang rob kemarin,” kata Supangat salah satu nelayan. Rabu (25/5/2022).

Sementara Ali Masadi Ketua Relawan SAR Tunggul Wulung menjelaskan bahwa pada awal musim timuran kali ini ombaknya memang relatif besar, jika dibanding ombak pada musim yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami meminta para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut dulu sambil memastikan cuaca benar-benar kembali normal,” Ali Masadi Ketua Relawan SAR Tunggul Wulung.

Dari data BPBD Kabupaten Pati setidaknya ada 45 Desa di 7 Kecamatan yang terdampak rob kemarin. Pemkab Pati mengimbau warga di yang rumahnya di tepi pantai tetap waspada jika terjadi rob naik lagi. Mengingat cuaca buruk diperkirakan masih terjadi beberapa hari ke depan.

(Ed/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.