Foto: Personel Satlantas Polres Trenggalek berinteraksi dengan para siswa sebelum gelaran sosialisasi di Pendopo Manggala Praja Nugraha (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Demi membangun budaya tertib berlalu lintas (lalin) sejak dini, Satlantas Polres Trenggalek sasar pelajar SD.
Dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), edukasi diberikan secara terstruktur kepada para peserta sosialisasi.
Kali ini, materi yang disampaikan menyasar siswa-siswi di SDN 1 Surodakan, Trenggalek.
Sejumlah Polantas muda yang merupakan anggota dari unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek tersebut, memang sengaja memilih media pembinaan kekinian agar lebih mudah diterima.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Kharisma Afriansyah dikonfirmasi Mondes.co.id usai kegiatan, menyampaikan jika sebenarnya substansi pembelajaran yang diberikan tidak jauh dari soal aturan kelalulintasan.
“Yakni tentang etika berlalu lintas, keselamatan berkendara, serta seputar penyebab maupun dampak fatalitas kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasatlantas, Sabtu, 18 Juli 2026.
Namun, lanjut dia, untuk metode ataupun strategi penyajiannya, disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika teknologi informasi.
Sehingga menjadi lebih menarik, tidak membosankan, bahkan dinilai lebih efisien.
Mengingat, generasi sekarang ini cenderung sudah mengenal gadget sejak usia belia.
“Sengaja kita sesuaikan dengan kondisi hari ini. Bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih hidup, menarik, tidak membosankan, dan efisien. Salah satunya memakai teknologi AI,” sebutnya.
Menurut AKP Kharisma, selain tampilan visual tiga demensi yang realistis, tak lupa petugas menyisipkan pula beberapa konten trending di media sosial.
Tujuannya untuk dijadikan contoh kasuistik, sekaligus menghibur agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima anak-anak.
“Kebetulan Satlantas Polres Trenggalek punya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Mereka memang berkecimpung dalam dunia digital, ditambah lagi memiliki kemampuan mengajar yang baik,” tandas Kasatlantas ramah ini.
Ditambahkan olehnya, agenda yang mengambil tempat di gedung Bhawarasa area pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek itu, diselingi juga dengan diskusi interaktif.
Yaitu interaksi langsung dengan peserta, sehingga terbangun komunikasi dua arah yang komunikatif.
“Respons peserta dari stimulus yang kita berikan benar-benar di luar ekspektasi. Kelas menjadi lebih hidup dengan antusiasme tinggi, bahkan anak-anak juga aktif menjawab dan bertanya. Tentu ini menjadi sinyal positif, bisa menginspirasi bagi keberlangsungan pembelajaran generasi muda ke depan,” harapnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini