BPBD Siapkan Langkah Antisipasi Tangani Kekeringan di Pati

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Jul 2026 11:08 0 53 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Nyaris 100 desa di Kabupaten Pati terancam kekeringan pada tahun 2026 ini.

BHAYANGKARA 80

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati pun melakukan langkah antisipasi.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengungkapkan sebanyak 96 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati berpotensi kekeringan.

Oleh karena itu, Martinus mengimbau kepada masyarakat Bumi Mina Tani ini bijak dalam menggunakan air bersih.

“Kalau tahun kemarin di catatan kami itu kurang lebih ada di 96 desa di wilayah Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, sebagai Gabus, sebagian Kayen,” ujar Martinus, Senin, 13 Juli 2026.

Pihaknya saat ini melakukan sejumlah langkah antisipasi.

BPBD Kabupaten Pati menyiapkan sejumlah truk tangki dan tandon air untuk menghadapi bencana tahunan tersebut.

Serta mempersiapkan sebanyak 4 truk tangki dan 8 tandon air.

Hal tersebut disiapkan untuk melakukan droping bantuan air bersih kepada desa-desa yang membutuhkan.

“Ada empat unit tangki yang kita siapkan untuk mengantisipasi musim kemarau ini. Tandon air saat ini BPBD masih ada kurang lebih 8 tandon air yang siap kita bantukan kepada desa-desa yang membutuhkan bantuan air,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, truk tangki dan tandon air tersebut memiliki kapasitas 5.000 liter.

Terkait peminjaman tandon air, pihak desa bisa langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Pati.

“Silahkan pemerintah desa yang membutuhkan tandon air bisa komunikasi dengan kami BPBD dan nanti kita akan pinjam pakaikan selama musim kemarau ini,” terangnya.

BPBD Kabupaten Pati mencatat, hingga saat ini belum ada wilayah yang dilanda kekeringan.

BACA JUGA :  Tabur Bunga di Perairan Muara Juwana Warnai HUT Polairud

Catatan tersebut berdasarkan belum adanya permintaan air bersih di tingkat desa.

Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi.

Mengingat berdasarkan BMKG, musim kekeringan tahun ini diprediksi lebih panjang.

“Di awal Juli belum ada masyarakat yang mengeluh atau memohon bantuan air bersih kepada BPBD,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini