Implementasi Program Nasional, Pati Gaungkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 12:28 0 226 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Di tahun ajaran baru 2026/2027, muncul suatu program inisiatif dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

gempur rokok ilegal rembang

Gerakan ini mendorong para ayah untuk hadir langsung mendampingi anak mereka di hari pertama masuk sekolah, guna mempererat ikatan emosional dan mencegah fenomena kurangnya figur ayah.

Diketahui, program tersebut bernama GAMAS yang merupakan dari singkatan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah.

Penerapan program ini disarankan seluruh Indonesia, termasuk salah satunya Kabupaten Pati.

GAMAS sebagai dukungan psikologis anak agar lebih percaya diri dalam menghadapi pekan perdana masuk ke sekolah di tahun ajaran yang baru.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia.

“GAMAS dari perspektif tumbuh kembang anak, kebersamaan antara ayah dan anak di hari-hari penting seperti awal tahun ajaran baru terbukti dapat memperkuat ikatan emosional, membangun kepercayaan diri anak, serta menumbuhkan memori positif yang tidak bisa diulang kembali. Penerapannya tidak hanya sekali, setiap waktu bisa,” terangnya kepada Mondes.co.id, Senin, 13 Juli 2026.

Dalam praktiknya, mulai per hari ini, para kepala keluarga harus pagi-pagi menyisir padatnya jalanan untuk menuju ke tempat anaknya mencari ilmu sebelum menuju ke lokasi kerja.

Mereka bisa menyempatkan diri memberikan peran yang berarti bagi sang buah hati.

“Karena sejauh ini kalimat di gerakannya diimbau mengantar, maka menjemput boleh siapa saja yang menjadi anggota keluarga, karena ayah yang biasanya harus kerja tidak diharuskan meninggalkan pekerjaanya. Kalau mengantar bisa sambil berangkat kerja,” ungkapnya sembari menjawab pertanyaan masyarakat agar tidak salah tafsir.

BACA JUGA :  Warga Pati Selatan Tagih Komitmen Henggar Soal Penutupan Tambang Galian C

Ia juga menyampaikan bahwa gerakan ini sifatnya imbauan, sehingga bersifat fleksibel.

Artinya, gerakan ini tidak terlalu mengikat seorang ayah yang wajib mengantarkan anaknya.

Pasalnya, ketika sang ayah berada di luar daerah, maka alternatifnya bisa anggota keluarga yang lain untuk mengantar sang anak.

“Namanya gerakan kan imbauan, enggak wajib, sehingga kalau misal peran ayah saat itu sedang berhalangan, boleh diantar ibu atau orang yang lainnya seperti kakek, nenek, om, tante. Tidak saklek harus ayah yang harus mengantar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, GAMAS merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi oleh BKKBN.

Keduanya berfokus pada pencegahan fatherless dengan memastikan para ayah aktif terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Gerakan ini diharapkan tidak memberatkan pihak manapun.

Di sela sibuknya waktu ayah mencari nafkah, mereka juga harus menjadi sosok yang berperan dalam pola asuh anak.

“Ini merupakan programnya Kemendukbangga/BKKBN, terdapat lima program unggulan termasuk GATI. Itu tujuannya mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan,” jelasnya.

Diketahui, GAMAS ini menjadi rangkaian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-33.

Harganas di tahun 2026 ini mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”.

“GAMAS dan GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) merupakan satu gerakan. GEMAR juga baru digagas pada tahun lalu,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini