Limbah Pabrik di Gadingrejo Cemari Sungai, Sebabkan Udang dan Nila Tambak Mati

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 15:57 0 52 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Petambak di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mengeluhkan dugaan pencemaran limbah dari PT Juifa International Food yang menyebabkan ikan nila dan udang di tambak mereka mati.

BHAYANGKARA 80

Dugaan pencemaran tersebut berasal dari kebocoran saluran limbah perusahaan dan telah berlangsung hampir dua tahun.

Salah seorang petambak, Sugeng, mengatakan kebocoran saluran limbah mengalir hingga ke area tambak miliknya.

Akibatnya, ikan dan udang yang dibudidayakan tidak dapat bertahan hidup.

“Setelah terjadi kebocoran saluran limbah ke tambak, ikan dan udang pada mati,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis, 9 Juli 2026.

Sugeng menyebut, luas tambak yang terdampak mencapai sekitar tiga hektare.

Ia mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah desa.

Bersama perangkat desa (Perades), ia juga mendatangi pihak perusahaan untuk menyampaikan keluhan.

“Saya sudah melaporkan ke pemerintah desa dan setelah itu saya bersama dengan perangkat desa mendatangi perusahaan,” katanya.

Menurut Sugeng, perusahaan sempat memberikan ganti rugi sebesar Rp1,5 juta.

Namun, nilai tersebut dinilai jauh dari cukup dibandingkan kerugian yang dialaminya.

“biaya sewa tambak seluas tiga hektare mencapai sekitar Rp14 juta per tahun. Belum termasuk modal pembelian bibit ikan dan udang yang berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta, serta biaya operasional berupa pakan yang mencapai hampir Rp5 juta setiap bulan,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan petambak lainnya, Sunar.

Ia mengatakan, dampak dugaan pencemaran tidak hanya dirasakan di tambak, tetapi juga menyebabkan matinya berbagai jenis ikan yang hidup di aliran sungai sekitar.

BACA JUGA :  BPBD Pati Sebut Curah Hujan Awal Tahun 2025 Cukup Tinggi

“Ikan sapu-sapu, belut, ikan gabus pada mati, padahal ikan sapu-sapu sangat tangguh,”ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiarjo mengaku belum menerima laporan terkait dugaan pencemaran limbah tersebut.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

“Ya mas, selama ini belum tahu atas kejadian itu. Besok akan segera ditindaklanjuti,” kata Tulus saat dikonfirmasi Mondes.co.id, siang ini.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini