Foto: Plt. Sekdin LH Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono saat diwawancara awak media disela kegiatan Prokasih di wilayah Kecamatan Durenan (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Ciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat, berbagai strategi dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek.
Salah satunya melalui upaya terstruktur dengan membangun budaya peduli lingkungan melalui Program Kali Bersih (Prokasih).
Agenda tersebut bukan hanya berupa aksi pembersihan sungai, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat.
Sebagai contoh, mengenai urgensi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Hal itu dilakukan sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas lingkungan.
Kepada Mondes.co.id, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, menyampaikan jika mewujudkan niat bersama berskala daerah tidak bisa instan.
Apalagi hanya dengan mengandalkan kegiatan bersih-bersih secara berkala.
Namun, ada hal yang lebih mendasar dan harus menjadi prioritas, yakni melalui budaya hidup bersih di masing-masing keluarga.
“Hal mendasarnya lebih kepada mencegah bagaimana sampah masuk ke badan air melalui pengelolaan (sampah) yang baik di tingkat rumah tangga, sekolah, perkantoran, maupun tempat usaha,” sebut Ariyoga, Senin 29 Juni 2026.
Sedangkan, lanjut dia, untuk Prokasih sendiri, juga bukan sekadar kegiatan mengangkat sampah dari sungai.
Tetapi, tujuan secara substantial adalah membangun kesadaran kultural agar menjadi budaya di tengah masyarakat.
Agar seluruh residu dikelola sejak dari sumber awal, sehingga tidak berakhir di pembuangan yang memang bukan peruntukannya, yakni sungai maupun lingkungan sekitar.
“Residu yang dihasilkan baik oleh masing-masing individu atau keluarga bisa terkelola sejak awal. Sehingga tidak dibuang ke tempat-tempat yang bukan peruntukannya,” imbuhnya.
Agenda dimaksud (Prokasih), masih kata Ariyoga, sebenarnya juga merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
Melalui itu, khalayak luas diajak untuk memahami bahwa sungai termasuk aset lingkungan yang memiliki fungsi krusial bagi kehidupan.
“Sungai adalah aset penting bagi kehidupan, sehingga kebersihan dan kelestariannya perlu dijaga secara bersama,” tandas Ariyoga.
Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Kabupaten Trenggalek juga melaksanakan berbagai kegiatan lain.
Di antaranya, aksi bersih Pantai Cengkrong, uji emisi kendaraan bermotor, edukasi konservasi mangrove, serta gerakan kebersihan di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun ruang-ruang publik.
Melalui itu, diharapkan kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja.
“Melainkan, mampu menjadikan kebiasaan yang secara konsisten dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” harap dia.
Setiap langkah sederhana, pesan Plt Sekdin DLH ini, dimulai dari mengurangi timbulan sampah, memilah sesuai jenis, hingga menempatkannya pada sistem pengelolaan yang tepat, merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas hidup.
Dengan semakin tumbuhnya partisipasi masyarakat dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dipastikan kualitas lingkungan di Bumi Menak Sopal dapat terus terjaga.
Untuk kemudian, memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
“Kolaborasi seluruh unsur mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing,” pungkas Ariyoga.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar