Foto: Bibit ternak di peternakan Kabupaten Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Harga bibit ternak kambing di Kabupaten Pati mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga tersebut dipicu tingginya permintaan peternak yang ingin menambah populasi ternak, sementara ketersediaan bibit di pasaran masih terbatas.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, mengatakan harga bibit ternak saat ini mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibandingkan sebelumnya.
“Populasi ternak memang menurun. Saat ini peternak sedang banyak mencari bibit, sementara barang di pasaran sedikit. Karena permintaan meningkat sedangkan ketersediaannya terbatas, harga bibit menjadi naik,” ujar Andi, Rabu, 17 Juni 2026.
Meski demikian, ia memastikan kondisi kesehatan ternak kambing di Kabupaten Pati hingga saat ini masih aman dan terkendali.
Pihaknya belum menerima laporan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang ternak di wilayah Kabupaten Pati.
Menurutnya, apabila terdapat laporan ternak yang menunjukkan gejala mengarah ke PMK, petugas kesehatan hewan akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
“Selama ini belum ada laporan, aman-aman saja. Kalau ada laporan penyakit yang menuju ke gejala PMK, teman-teman petugas kami langsung melakukan pengobatan dan Alhamdulillah sembuh,” jelasnya.
Andi menuturkan, kondisi tersebut tidak lepas dari upaya pencegahan yang terus dilakukan pemerintah melalui program vaksinasi PMK sejak tahun 2023.
Program tersebut hingga kini masih berjalan, guna menjaga kekebalan ternak dan mencegah penyebaran penyakit.
Untuk tahun 2026, Dispertan Kabupaten Pati mendapatkan alokasi sebanyak 25.000 dosis vaksin PMK.
Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 11.000 ekor ternak telah menerima vaksinasi.
“Karena kita sudah melakukan vaksinasi sejak tahun 2023 sampai sekarang. Tahun ini alokasi vaksin sebanyak 25 ribu dosis dan sampai saat ini sudah sekitar 11 ribu ekor yang divaksin. Sampai saat ini ternak kita masih aman,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar