Chandra Sampaikan Pesan Toleransi dan Doakan Jamaah Haji Asal Pati Usai Sholat Ied

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 12:29 0 35 Singgih Tri

KURBAN: Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat menyerahkan sapi di Masjid Baitunnur. (Mondes/Singgih)

 

PATI – Mondes.co.id | Risma Ardhi Chandra tampil nyentrik saat mengikuti ibadah sholat Iduladha, dengan balutan kain sarung motif batik tulis Bakaran. Mengenakan baju koko putih dan peci hitam, ia juga mengenalkan bahwa Kabupaten Pati memiliki produk batik unggulan yang telah mendunia.

Kekagumannya pada karya seni yang diwariskan oleh nenek moyang Bumi Mina Tani. Pasalnya, di abad ke-15, mereka sudah punya inovasi dalam berkarya.

“Sarung Batik Bakaran adem (sejuk). Jadi potensi batik di Kabupaten Pati sejarahnya panjang dari abad ke-15 motif batik Pati bagus. Makanya kita menginformasikan kepada masyarakat di Indonesia bahwa Pati sudah ada batik sejak abad ke-15, nenek moyang kita sudah punya jiwa seni,” tuturnya saat diwawancarai pasca sholat Ied di Masjid Baitunnur, Rabu, 27 Mei 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati itu berpesan bagi masyarakat untuk saling merajut kebersamaan di momen Iduladha ini. Apalagi masyarakat Kabupaten Pati dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan peduli

“Pesan di Iduladha ini adalah gimana caranya masyarakat Pati peduli, penuh toleransi dan kebersamaan. Mari dengan toleransi ini kita upayakan ekonomi masyarakat Pati berjalan baik,” katanya.

Ia mengajak masyarakat mendukung pemerintahannya dalam mengembangkan potensi lokal di Bumi Pesantenan ini, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan objek pariwisata. Ia mengimbau masyarakat saling bersinergi untuk meningkatkan taraf perekonomian Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Relawan Plat K Angkat Bicara Soal Ijazah Jokowi yang Diduga Palsu

“Jadi UMKM, destinasi wisata kita dukung bersama. Kalau bukan kita siapa lagi? Mari sama-sama dukung potensi ekonomi Pati,” tegasnya.

Selain itu, ia mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya jemaah haji asal Pati. Ia mendoakan agar almarhum tenang di sisi Allah SWT dan keluarga tabah.

“Ada jemaah dari Margoyoso (meninggal) karena sakit di Tanah Suci. Kita doakan,” pungkas Chandra usai menyerahkan sapi kurban.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini