Jelang Iduladha, Sejumlah Komoditas di Pati Naik Harga 

waktu baca 3 menit
Selasa, 26 Mei 2026 18:40 0 21 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Pati mengalami fluktuasi.

Kondisi ini terjadi selama sepekan bulan Dzulhijjah maupun mendekati Hari Raya Iduladha.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti.

Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan cabai merah teropong, serta bawang merah.

Di samping itu, harga turun terjadi pada telur ayam ras.

Sedangkan, harga daging sapi dan daging ayam di pasaran masih stabil.

“Saat ini harga kepokmas di Pati bervariasi ada yang naik, turun, stabil. Sejauh ini stok kebutuhan pokok aman terkendali,” urainya kepada Mondes.co.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Perlu diketahui, pekan ini harga cabai rawit merah Rp80 ribu per kilogram, rawit hijau Rp60 ribu, merah keriting Rp47 ribu, dan merah teropong Rp65 ribu.

Kemudian, harga bawang merah Rp45 ribu per kilogram, bawang putih kating Rp35 ribu, dan bawang putih chow Rp33 ribu.

“Kenaikan terdiri dari cabai merah keriting, awalnya Rp42 ribu, Rp43 ribu, pekan ini Rp47 ribu. Cabai merah teropong dari Rp60 ribu menjadi Rp65 ribu. Cabai rawit merah dari hari ke hari semakin naik, mulanya minggu lalu Rp75 ribu, Rp78 ribu, Rp79, di hari ini Rp80 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai disebabkan adanya pasokan yang terbatas.

Apalagi, mayoritas stok cabai di pasaran Kabupaten Pati didatangkan dari luar daerah, seperti di Kabupaten Semarang (Bandungan) dan Magelang.

BACA JUGA :  Berburu Takjil di Kampung Ramadan Kajen

Cuaca dan serangan hama menjadi faktor utama minimnya pasokan cabai.

Selain itu, banyaknya sedekah bumi, membuat kebutuhan memasak tinggi di tengah masyarakat Kabupaten Pati.

Alhasil, permintaan tinggi ini tidak sejalan dengan pasokan yang rendah.

“Kenaikan harga cabai dipengaruhi berkurangnya pasokan karena cuaca tidak mendukung, banyak serangan hama sehingga gagal panen. Pasokan berkurang, permintaan pasar tinggi karena di bulan ini banyak hajat, sedekah bumi, otomatis kebutuhan masyarakat meningkat ” papar Indyah.

Penurunan pasokan juga terjadi pada komoditas bawang merah yang sejauh ini didominasi dari luar daerah, yakni Kabupaten Brebes.

“Bawang merah berkurang karena gagal panen pasca banjir yang belum pulih perlu perawatan intens. Belum adanya panen raya, jadi harganya naik dari waktu ke waktu, kini Rp45 ribu. Kondisi cuaca yang tidak menentu juga mempengaruhi,” jelasnya.

Sementara, harga turun terjadi pada telur ayam ras, mulanya Rp28 ribu per kilogram, kini Rp26 ribu.

“Harga telur turun karena pasokan tinggi, jadi penyerapan sudah terkoordinir untuk bisa supplay untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ungkapnya.

Selain itu, harga daging sapi berada di angka Rp130 ribu per kilogram dan harga daging ayam Rp38 ribu per kilogram.

Harga daging stabil karena permintaan yang banyak beriringan dengan pasokan yang aman.

“Harga daging ini stabil disebabkan banyak masyarakat berkurban, meskipun permintaan masyarakat tinggi untuk hajatan, sedangkan konsumen rumah tangga nggak begitu besar,” ujarnya.

Perlu diketahui, Disdagperin Kabupaten Pati melakukan kontrol harga di seluruh pasar di Kabupaten Pati.

Pihaknya menginput data harga dari para responden.

Kemudian laporan disampaikan kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) dan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Perkuat Pembinaan Keagamaan, Lapas dan Kemenag Pati Sepakati MoU

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini