Banjir Ketitangwetan Tak Kunjung Surut

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 12:28 0 41 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, hingga kini belum juga surut.

Warga yang sudah tiga hari terdampak banjir mulai resah dan mengeluhkan lambannya pemerintah dalam menangani tanggul Sungai Widodaren yang jebol.

Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, ditambah pendangkalan Sungai Widodaren dan Sungai Kaliombo, membuat debit air terus meluap ke permukiman warga.

Akibatnya, sebagian aktivitas warga lumpuh karena rumah dan jalan terendam banjir.

Warga pun mulai geram karena sejak tiga hari lalu belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menangani banjir yang rutin terjadi setiap tahun tersebut.

Salah satu warga, Ali Masrukin, mengatakan bahwa tingginya curah hujan menyebabkan banjir belum juga surut.

Kondisi diperburuk oleh pendangkalan Sungai Widodaren dan Kaliombo yang membuat air sulit surut.

“Sudah tiga hari ini banjir belum surut. Penyebabnya hujan deras tidak reda-reda,” beberanya, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah untuk bisa mengatasi banjir ini, misalnya dengan cara penyedotan air yang kemudian dibuang ke sungai.

“Apakah nggak ada alat atau pompa untuk menyedot air agar banjir di perkampungan ini cepat surut?” ucapnya.

Ia pun berharap agar pemerintah lebih perhatian dengan warganya yang terkena musibah.

Menurutnya, warga hanya ingin banjir cepat surut dan bisa beraktivitas normal kembali.

“Harapannya itu pemerintah pengertianlah. Bagaimana agar ada perhatian dari pemerintah. Itu saja,” harapnya.

BACA JUGA :  Harga Beras Mulai Naik, DPRD Gelar Rapat Koordinasi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, banjir menggenangi 538 rumah dengan lebih dari seribuan jiwa terdampak.

Banjir yang melanda sejak Sabtu, 23 Mei 2026 itu sempat surut, tetapi kemudian meninggi kembali ketika ada banjir susulan pada Minggu, 24 Mei 2026 malam.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini