Foto: MTs Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara meraih juara umum pada ajang Tsamaco V 2026 beberapa waktu lalu (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Riuh muwadda’ah (pelepasan) siswa kelas IX Angkatan 46 di MTs Matholi’ul Huda Bugel, Kedung, Jepara tidak hanya dipenuhi haru, tetapi juga aroma kemenangan yang pekat.
Bagaimana tidak? Madrasah ini baru saja menutup tahun ajaran 2025-2026 dengan memborong sederet trofi bergengsi, mulai dari level kabupaten hingga provinsi.
Citra santri yang hanya berkutat pada kitab kuning, seketika bergeser.
Di madrasah ini, sains, olahraga, seni, dan agama melebur menjadi bahan bakar prestasi yang melahirkan generasi cerdas intelektual.
Jika ada siswa yang paling menyita perhatian dalam dua tahun terakhir, ia adalah Esyqee Ahmad Kevin Natheq.
Siswa yang dikenal pandai di bidang IPA ini seolah tidak bosan naik ke podium juara.
Prestasi tertingginya baru saja diukir pada 23 April 2026 lalu.
Esyqee sukses menyabet Juara 1 SMASA Olympiad bidang IPA dalam ajang bergengsi STRATOSFER di SMA Negeri 1 Kudus.
Menariknya, mental juara Esyqee sudah terasah sejak dini.
Tahun 2024 ia Juara I Mapel IPA dalam OSKANU III tingkat Jawa Tengah.
Kemudian, tahun 2025 Juara I Olimpiade Sains bidang IPA pada ajang OSKREA di SMA Nasima Semarang.
Esyqee tidak sendirian di panggung sains.
Rekannya, Isnailah Iffatul Mufidah, juga berhasil membawa pulang trofi Juara III Matematika tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam ajang OSKREA di Semarang pada Januari 2026 lalu.
Puncak pembuktian kualitas akademik MTs Matholi’ul Huda Bugel terjadi pada Januari 2026.
Dalam ajang Tsanawiyah Ma’arif Competition (Tsamaco) yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif PCNU Kabupaten Jepara, madrasah ini resmi dinobatkan sebagai Juara Umum.
Deretan “skuad juara” yang berhasil meraih prestasi di Tsamaco LP Maarif PCNU Jepara, yaitu Esyqee Ahmad Kevin Natheq (Juara I Mapel IPA), Cantika Riska Dwi Purwanti (Juara I Bahasa Indonesia), Nur Aini (Juara I Fiqih).
Nadya Safinatuzzahro (Juara II Bahasa Inggris) dan Aulia Nurussafitri (Juara II IPS).
Kemudian, Machya Nayshela Al Ikromi (Juara III Bahasa Arab) dan Thalita Zafiratur Rohmah (Juara III Qur’an hadits).
Isnailah Iffatul Mufidah (Juara Harapan I Matematika), Nazla Salsabila (Juara Harapan I Ke-NU-an) dan Alies Ilma Hawa (Juara Harapan II Sejarah Kebudayaan Islam).
Hebatnya, keran prestasi madrasah ini tidak hanya mengalir di jalur akademik.
Di bidang seni dan literasi, Alies Ilma Hawa sukses meraih Juara I penulisan biografi tokoh lokal pada ajang PORSEMA LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah.
Pada ajang yang sama, Fatichatus Sa’adah turut menyumbang piala sebagai Juara III Kaligrafi.
Masuk ke arena olahraga, nama MTs Matholi’ul Huda Bugel juga disegani.
Kanaya Fatin meraih Juara II Panahan Putri dalam POPDA Jepara (November 2025).
Zifara Najia Husna menjadi yang terbaik sebagai Juara I Bulu Tangkis Putri dalam Eska Songo Cup (Februari 2026).
Serta, Muhammad Rafat Ali Rizvi mengamankan posisi Juara IV Bulu Tangkis Putra di ajang yang sama.
“Alhamdulillah, prestasi-prestasi ini adalah bukti nyata dari komitmen kami mencetak santri yang memiliki kecerdasan intelektual memadai tanpa meninggalkan akar karakter mereka,” ujar Kepala MTs Matholi’ul Huda Bugel, Abdul Mutholib, Sabtu (23/5/2026).
Bagi Pak Tholib, sapaan akrabnya, rentetan piala ini bukan sekadar pajangan di lemari sekolah.
Ini adalah bukti otentik yang ditawarkan kepada para orang tua lulusan MI dan SD di tahun 2026 ini yang sedang mencari sekolah terbaik untuk anak-anak mereka.
Madrasah ini membuktikan bahwa pendidikan agama dan prestasi modern bisa berjalan beriringan.
“Insya Allah, kami siap mengemban amanah dari orang tua wali murid untuk mendidik generasi masa depan. Generasi yang tidak hanya berakhlaqul karimah dan berkarakter santri, tapi juga punya otak yang mumpuni di era kompetitif ini,” pungkas Pak Tholib optimis.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar