Foto: PT Jihae Travel Goods Packaging Indonesia mengadakan perkumpulan bersama warga Margorejo (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Puluhan warga Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati memadati Aula Kantor Kecamatan Margorejo, kemarin.
Para warga berkumpul dalam kegiatan sosialisasi rencana pendirian PT Jihae Travel Goods Packaging Indonesia.
Sosialisasi yang semula direncanakan berlangsung di Aula Desa Penambuhan itu akhirnya dipindahkan ke kantor kecamatan, setelah permohonan penggunaan fasilitas desa belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah desa (Pemdes).
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan PT Jihae Travel Goods Packaging Indonesia Asep, Camat Margorejo Arif Fadillah, Komandan Rayon Militer (Danramil) Margorejo, serta perwakilan instansi terkait dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati.
Dalam sambutannya, Camat Margorejo, Arif Fadillah, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah menempuh prosedur resmi dengan menyampaikan surat dan melakukan komunikasi kepada Pemdes Penambuhan terkait agenda sosialisasi maupun rencana investasi.
Namun, karena belum ada kepastian dari pemerintah desa, pihak perusahaan memilih bergerak cepat dengan memindahkan lokasi kegiatan ke Aula Kantor Kecamatan Margorejo agar sosialisasi tetap berjalan.
“Investor itu sudah menanamkan modal dan tentu membutuhkan kepastian. Kalau terlalu lama menunggu tanpa kejelasan, investasi bisa terhambat,” ujar Arif di hadapan warga.
Ia menilai, langkah yang ditempuh pihak perusahaan tetap prosedural dan patut diapresiasi karena tidak melakukan kegiatan secara diam-diam.
“Saya mengapresiasi tim Mas Asep karena tetap menempuh jalur resmi dan komunikasi yang baik. Karena Aula Desa belum bisa digunakan, akhirnya kegiatan dipindahkan ke aula kecamatan dan itu sah karena masih dalam wilayah kecamatan,” katanya.
Arif juga menegaskan bahwa kehadiran investor seharusnya menjadi peluang besar bagi masyarakat Desa Penambuhan, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi warga.
“Tidak semua desa mendapatkan kesempatan ada investor masuk. Ini seharusnya menjadi keberkahan bagi masyarakat, bukan justru dipersulit,” tegasnya.
Dukungan terhadap rencana pendirian pabrik juga mengalir dari warga yang hadir.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Penambuhan, Edi Susanto, secara terbuka mendukung masuknya investasi tersebut karena dinilai dapat membawa dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat desa.
Hal senada disampaikan Priyono, warga RT 03/RW 05 yang rumahnya berada dekat dengan lokasi rencana pembangunan pabrik.
Ia menilai, mayoritas masyarakat mendukung berdirinya perusahaan dan berharap investasi itu tidak digagalkan oleh pihak tertentu.
“Kami mendukung penuh karena ini bisa membuka lapangan kerja dan memajukan ekonomi warga. Jangan sampai investor yang mau masuk malah dibuat takut atau dipersulit,” ujarnya.
Meski mendukung investasi, warga tetap meminta pihak perusahaan menjalankan seluruh proses perizinan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami mendukung, tapi proses perizinan tetap harus ditempuh sesuai prosedur,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, suasana aula semakin menguatkan dukungan masyarakat yang hadir ramai-ramai menandatangani petisi dukungan terhadap pendirian PT Jihae Travel Goods Packaging Indonesia di Desa Penambuhan.
Penandatanganan petisi itu menjadi simbol bahwa dukungan terhadap masuknya investor di Desa Penambuhan tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga dituangkan langsung dalam bentuk dukungan tertulis dari warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar