Foto: Ilustrasi tindak kekerasan seksual (Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati mencuatkan tragedi kemanusiaan yang memilukan.
Pasalnya, puluhan santri perempuan alias santriwati, mengalami kekerasan seksual oleh kiainya sendiri.
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap jika kejadian ini sudah berlangsung beberapa tahun lalu.
Namun, salah satu korban kekerasan seksual baru berani speak up pada tahun 2024.
Dijelaskannya bahwa para korban mayoritas anak kurang mampu, serta ada yang yatim-piatu.
Mereka yang berniat mencari ilmu di Ponpes tersebut, malah memperoleh perlakuan keji dari pengasuh pondok.
“Lebih dari 30 sampai 50 orang. Ada yang kelas I SMP (Sekolah Menengah Pertama), ada yang kelas III SMP. Yang saya dampingi satu itu bisa membuka pintu yang lainnya, kalau nanti ditangkap, ada dua orang yang siap menjadi saksi,” ungkapnya kepada awak media, kemarin.
Ia menceritakan kronologi kejadian yang dialami korban.
Berawal dari aksi bejat kiai yang mengajak santriwatinya tidur bersama di ranjang.
Dengan bujuk rayu dan ancaman tokoh agama, korban terpaksa harus menuruti nafsu pelaku, meski beberapa kali para santriwatinya menolak.
“Kronologi awalnya si S (inisial salah satu tersangka) ini WA (WhatsApp) ke santriwati pada jam 12 malam untuk menemani tidur. Korban menolak, tapi diancam. Kalau tidak mau akan diganti dan ‘saya keluarkan’ (dari pondok),” terangnya.
Selain itu, korban juga meniduri para santriwati berkali-kali, bahkan dalam semalam ada lebih dari satu santriwati.
Para santriwati dipaksa menuruti nafsu kiai secara bergantian.
“Caranya bergantian. Dari keterangan korban ada sekali menemani dua santriwati,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar