Cuaca Labil Pengaruhi Stok dan Harga, Peternak DOD Pati Resah

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Apr 2026 16:21 0 33 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Salah satu peternak bebek asal Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Fuji Lestari menyampaikan keresahannya.

Ia mengungkapkan bahwa situasi sekarang menyebabkan para peternak bebek resah dengan minimnya stok Day Old Duck (DOD) di perusahaan pengembang DOD.

Hal ini yang membuat para peternak kemitraan kesulitan mendapat stok DOD seperti biasanya, sehingga isian DOD di kandangnya lebih sedikit dari biasanya.

Kelangkaan DOD ini membuat harga menjadi naik dari biasanya.

Terkini mencapai Rp15 ribu per ekor dari sebelumnya Rp13 ribu per ekor.

“Untuk harga DOD Gunsi (perusahaan pengembang DOD) Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per ekor, itu belum termasuk DOD yang tetasan lokal rumahan. Sebelumnya harga DOD Gunsi Rp13 ribu per ekor, sekarang harganya naik, terus kelangkaan terjadi,” ujarnya kepada Mondes.co.id, Rabu, 29 April 2026.

Ia menerangkan jika cuaca yang labil memengaruhi penetasan anakan bebek.

Oleh sebab itu, DOD amat sangat sulit dikembangbiakkan akhir-akhir ini.

“Alasan DOD di pasaran (perusahaan mitra) sedikit karena cuaca tidak bisa diprediksi. Sehingga tetasan turun, sehingga DOD langka,” ungkap Fuji.

Biasanya, ia mengisi kandang hingga ribuan ekor DOD yang didatangkan dari perusahaan mitra.

Namun, karena faktor kelangkaan, ia hanya bisa mengisi ratusan ekor DOD saja dalam sepekan.

“Dengan kenaikan harga ini check in 700 sampai 800 dikarenakan keterbatasan kuota DOD yang tetasannya kurang, dan penjualan saat ini penyerapannya kurang sih karena pasar sepi tapi peminat bebek banyak. Kalau biasanya, sebelum langka mengisi di kandang seminggu sekali 1.000 sampai 1.200 ekor DOD, tergantung kuota,” bebernya.

BACA JUGA :  Disnaker Pati Siap Menjembatani Keluhan Buruh PT Anugerah Grafika 

Tingginya harga DOD dari produsen juga membuat peternak enggan memasok kebutuhan kandangnya karena takut rugi.

“Pasokan bebek di pasaran sedikit sehingga peternak gak berani mengisi kandang. Saat ini memasok DOD agak sulit soalnya juga antre karena kuota limit, misalnya aku mau mengisi kandangku sekitar 10 boks DOD, kalau mau pesan maka disuruh antre nunggu, yang antre duluan dikasih duluan,” jelasnya.

Akibat minimnya stok DOD, pembeli pun turun.

Walaupun pembeli dari kalangan pelanggan masih setia, akan tetapi jumlah pembeli berangsur kurang.

“Pembeli mengalami penurunan tapi untuk langganan masih stay di DOD dengan harga sekarang. Kalau pembeli baru biasanya dengan harga sekarang tidak mau ambil DOD, kalau yang sudah bertahun-tahun order DOD tetap akan order. Penurunan pembeli 20 persen,” katanya.

Walaupun harga jual DOD tinggi, tetapi baginya tak mendatangkan keuntungan besar.

Pasalnya, jumlah pembeli turun dan ada faktor lain yang menyebabkan peternak bebek resah.

“Kalau harga DOD naik, panenan standar segitu, harga pakan naik, peternak untungnya tipis. Kan ternak ada biaya operasionalnya juga sih,” urainya.

Di sisi lain, harga bebek masih tetap stabil di angka Rp27 ribu sampai Rp28 ribu per kilogram.

“Untuk harga bebek per kilo sekarang tergantung wilayah masing-masing, tergantung penjual juga. Tapi rata-rata untuk harga saat ini Rp27 ribu sampai Rp28 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini