Foto: Lomba Desain Busana Tenun Troso di Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Tenun Troso terus bertransformasi menjadi busana modern guna memperluas jangkauan pasar.
Semangat inovasi ini terpancar jelas melalui karya desain para perempuan hebat di Gedung Shima, kompleks Setda Jepara, belum lama ini.
Kegiatan bertajuk Lomba Desain Busana Tenun Troso ini diikuti oleh 16 Tim Penggerak (TP) PKK kecamatan se-Kabupaten Jepara.
Mengusung tema “Javavanica Opulence”, ajang ini menantang para peserta untuk memadukan kemewahan tradisi dengan tren fesyen masa kini.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, menjelaskan bahwa konsep tersebut menekankan pada estetika etnik dan kearifan lokal Jawa yang dikemas dalam balutan busana modern yang chic.
“Tenun Troso bukan sekadar kain bernilai budaya, tetapi identitas masyarakat Jepara. Setiap helainya mencerminkan dedikasi pengrajin dan tradisi yang harus kita jaga sekaligus kembangkan,” tegas Laila.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan wastra (kain tradisional) adalah strategi jitu untuk mendorong peran perempuan di sektor ekonomi kreatif.
Melalui organisasi PKK, perempuan diharapkan terlibat aktif dalam pengembangan desain hingga pemanfaatan produk unggulan daerah.
Kriteria Penilaian Ketua Panitia, Rini Hartaya, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan mengasah keterampilan berbusana berbasis produk lokal, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.
Melalui ajang ini, Tenun Troso diharapkan tidak hanya menjadi warisan yang disimpan di lemari, tetapi menjadi gaya hidup yang relevan bagi generasi muda dan pasar internasional.
Dalam ajang tersebut, Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kalinyamatan meraih juara I lomba desain busana tenun Troso tingkat kabupaten.
Model juara I, Sofiyatun Nada (22), didampingi desainer Soffiyun Niswah, mengusung konsep Rengganis.
Konsep ini menggambarkan sosok perempuan yang lembut sekaligus tangguh.
“Rengganis itu perempuan yang tetap kuat meski menghadapi berbagai cobaan,” ujar desainer Soffi, Rabu (29/4/2026).
Desain memadukan unsur kebaya janggan yang dimodifikasi agar tetap etnik, namun terlihat modern.
“Kebaya janggan kami olah agar etniknya tetap ada, tetapi tetap modern,” jelasnya.
Ia ingin menyampaikan pesan tentang perempuan yang terus berkarya.
Perempuan diharapkan tetap melangkah tanpa batas, namun tetap anggun.
“Perempuan harus terus melangkah dan berkarya tanpa batas, tetapi tetap anggun,” imbuhnya.
Adapun juara II diraih TP PKK Kecamatan Pecangaan, sedangkan juara III diraih TP PKK Kecamatan Jepara.
Sementara itu, juara harapan I hingga III masing-masing diraih Kecamatan Tahunan, Bangsri, dan Kedung.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar