Misteri Makam Den Ayu Putri Mataram, Tokoh Dayang Desa Metaraman Pati

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Apr 2026 15:03 0 163 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati ternyata menyimpan kisah misteri yang belum terkuak.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal ini karena ditemukannya makam sang dayang desa yang dikenal sebagai Den Ayu Putri Mataram.

Konon katanya, Den Ayu Putri Mataram merupakan utusan Kesultanan Mataram Yogyakarta yang diperistri oleh Sunan Pati.

Oleh sebab itu, makam Den Ayu Putri Mataram berada satu kompleks dengan makam Sunan Pati.

ketua pgri

“Ini Makam Den Ayu Putri Mataram, warga mengenalnya begitu. Pada tahun 1981 ada kedatangan tamu dari Yogyakarta yang membongkar makam untuk dijadikan Makam Sunan Pati,” kata pengelola kompleks makam di Desa Metaraman, Anang Rifa’i saat ditemui di lokasi, Jumat, 17 April 2026.

Selain itu, nama Desa Metaraman juga diambil dari istilah ‘Mataram’ dengan diimbuhi kata ‘an’ di belakang.

Itu menandakan bahwa warga Desa Metaraman bernenek moyang dari Kesultanan Mataram.

Di kompleks makam tersebut, ada tiga makam yang didesain bagaikan punden.

Di antaranya, Makam Den Ayu Putri Mataram, Makam Sunan Pati, dan satu makam yang masih diperdebatkan identitas dan silsilahnya.

Meski begitu, ketiga makam itu dijadikan pusat kegiatan spiritual warga setempat.

“Katanya Sunan Pati ini memperistri orang Yogya, Nyai Den Ayu Putri Mataram. Dari dulu batu nisannya kayak gini ndak ada perubahan,” ujarnya.

Diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati pernah berencana mencatat situs tersebut sebagai cagar budaya Kabupaten Pati.

Namun, usaha itu belum terealisasi sampai sekarang, lantaran minimnya catatan sejarah.

BACA JUGA :  Pengakuan Paimin, Warga Sokobubuk Korban Tragedi 13 Agustus di Pati

Ia mengatakan, terbatasnya literatur membuat banyak orang memperdebatkan silsilah tokoh yang ada pada makam tersebut.

Bahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) belum memiliki data akurat mengenai sang mendiang.

Beberapa pihak datang ziarah untuk keperluan tertentu, kadang ada yang mengaku masih memiliki keturunan sang tokoh.

“Nenek-kakek kita gak tahu siapa silsilah dari mana karena masih banyak versi. Kemarin ada orang Bekasi mengaku sebagai cicit keturunan Sunan Pati-Den Ayu Putri Mataram,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penggede-penggede Kabupaten Pati pernah berziarah untuk mencari berkah di makam tersebut.

Orang-orang yang datang meyakini bahwa Makam Sunan Pati patut didatangi sebagai sosok teladan yang membangun kabupaten ini.

“Kemarin Camat Dukuhseti dan kakaknya, Yayak Gundul pernah ziarah ke sini. Tapi tiga tahun ini tidak ada kabar sampai sekarang,” ucap pemuda yang bertugas bersih-bersih kompleks makam.

Kerap dianggap sebagai nenek moyang desa, maka warga setempat seringkali menggelar acara pengajian di Makam Den Ayu Putri Mataram tiap momen tertentu.

“Masyarakat Metaraman kalau ingin mengadakan acara syukuran, sunatan, nikahan, sowan ke sini bancaan. Haul setiap Suro, kalau ada dananya, tapi kalau nggak ada dananya kita bancaan seadanya setelah maghrib berjamaah di mushola sini,” tuturnya.

Rifa’i sendiri tinggal di mushola yang ada di kompleks pemakaman.

Ia diamani menjaga makam tersebut.

Dirinya mengatakan bahwa makam ini harus dihormati karena tempat dikebumikannya tokoh desa setempat.

Oleh sebab itu, desain masuk menuju Makam Den Ayu Putri Mataram dibangunkan gapura.

“Gapura dibuat agak pendek biar yang berziarah menunduk, menandakan kita harus hormat. Kalau saya di sini tugasnya bersih-bersih,” jelasnya.

Selama menjadi penjaga makam, Rifa’i kerap merasakan gangguan makhluk halus.

BACA JUGA :  GTRA Fokus Kaji TORA di Pati

Beberapa kali ia merasakan kejadian yang tak masuk di akal manusia.

“Banyak malah penunggu sini yang sering ganggu kalau malam. Ada dulu kucing berantem, saya lempar batu, dari titik saya lempar ada yang lempar balik,” kata Rifa’i.

Sejauh ini, beberapa warga juga datang untuk kepentingan-kepentingan di luar logis.

Bahkan, ada yang mencari batu akik ataupun jimat.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini