ramadan 2026

Menginspirasi, dr Novy Dedikasikan Diri Tolong Anak Disabilitas Pati

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Mar 2026 15:49 0 129 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Jiwa sosial amat sangat tinggi dimiliki oleh dokter asal Kabupaten Pati, yakni dr. Novy Oktaviana.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Banyak yang mengenal sosok dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi karena dedikasinya untuk masyarakat, terutama di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

Owner Al Zena Skincare itu, bahkan mendirikan sebuah wadah pengembangan bakat dan minat bagi anak-anak disabilitas atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Ia mulai berkecimpung memfasilitasi ABK karena merasa perlu untuk memberikan hak-hak bagi mereka yang kerap dikucilkan oleh lingkungan.

“Hati saya terketuk karena pertama kali pada saat bertemu mereka merasa kok saya nggak bersyukur, dan saat itu hati terketuk melihat ibu-ibu yang anaknya tidak bisa diajak berbaur dengan yang lain. Karena mereka pengen punya tempat agar anaknya ada yang merangkul, anaknya banyak yang di-bully, diremehkan, keluar kadang dimarahin tetangga, dan ibunya kadang nangis,” ungkap dr. Novy kepada awak media, Kamis (12/3/2026).

Ia pun kemudian mendirikan Griya Harapan, sebuah komunitas untuk mewadahi disabilitas beserta orang tuanya.

Para disabilitas ini diberikan pendidikan karakter dan pengembangan soft skill.

Kemudian, bagi para orang tua diberikan ruang untuk bercerita tentang kondisi sang buah hati.

Sejak 2022, ia mendirikan Griya Harapan.

Awalnya hanya puluhan siswa, hingga sekarang Griya Harapan telah mempunyai 400 siswa dari kalangan ABK.

Griya Harapan pun kini ada di empat tempat, di antaranya tersebar di Winong, Trangkil, Tayu, dan Pati Kota.

BACA JUGA :  Warga Wangunrejo Tolak Pengisian Perangkat, Alasannya Menohok

“Saya bikin wadah agar anak bisa berkegiatan bareng, dan ibu-ibu yang punya anak istimewa ini bisa saling curhat, saling meluapkan semua kekesalan dan curahan hati terhadap kado indah dari Allah SWT ini. Yang ternyata anak istimewa ini ternyata ada potensi yang kita gali luar biasa,” imbuhnya.

Sejauh ini, Griya Harapan memiliki 24 tenaga pengajar.

Ke depan, ia berencana menambah 3 cabang Griya Harapan, yakni di Jaken, Juwana, dan Margoyoso.

Menurut dr Novy, mengabdikan diri untuk anak istimewa sangat seru.

Bahkan, ia merasa nyaman bisa membuka diri dengan terus memberikan kesempatan bagi mereka.

“Asyik banget dan bikin candu pengen buka cabang lagi dan lagi. Kalau ada SDM (Sumber Daya Manusia) dan tempat kosong saya rangkul, kecamatan mana yang di situ ada tempat kosong dan mau diajak berjuang, akan saya fasilitasi,” ujar dr Novy.

Diterangkannya, bahwa model pembelajaran di Griya Harapan yang ia topang, berbeda dengan pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menurutnya, SLB memberi pembelajaran berdasarkan kurikulum nasional, sedangkan Griya Harapan memberi pembelajaran yang secara spesifik untuk memoles bakat dan menempa attitude.

“Kalau SLB pendidikan umum, sedangkan di sini potensi khususnya seperti etika kita tekankan dan kebiasaan rasa saling sayang sehingga ada hati yang terpaut. Kita dengan SLB tetap sinkron dan saling kolaborasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, peran serta orang tua selalu dilibatkan selama pembelajaran di Griya Harapan.

Selama anak dibimbing, maka orang tua perlu diberikan motivasi agar semuanya sejalan.

“Karena pengobatan terkuat dari orang tua. Kalau hanya bimbing anaknya saja ya sama saja,” terang dr. Novy.

Ia yakin, anak disabilitas tetap berkesempatan dalam berkarya.

BACA JUGA :  Puluhan Kiai di Pati Dukung Ganjar Presiden 2024

Adanya Griya Harapan, anak-anak istimewa ini memperoleh hak pendidikan yang layak.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini