Foto: Bupati Jepara Witiarso Utomo menerima audiensi dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kalinyamatan Griya Busana (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Kabupaten Jepara diproyeksikan jadi pusat grosir gamis Nasional.
Hal ini terungkap dalam audiensi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kalinyamatan Griya Busana, bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo, kemarin.
Pertemuan di Ruang Kerja Bupati Jepara tersebut, membahas upaya penguatan industri kecil menengah (IKM), khususnya produksi baju gamis agar mampu naik kelas dan memiliki pasar yang lebih luas.
Bupati Jepara menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mendorong kolaborasi antara pelaku IKM dengan pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Jepara.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan dengan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
“Para pelaku IKM, khususnya untuk baju gamis sekarang kita arahkan untuk bisa bekerja sama dengan pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Jepara. Kita juga mengajak ormas seperti NU maupun Muhammadiyah untuk ikut bekerja sama, sehingga masyarakat Jepara bisa bersama-sama mendukung IKM yang ada di daerah,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan konsep kegiatan pameran pada momentum Megengan menjelang bulan Ramadan tahun depan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Jepara sebagai pusat grosir gamis di Indonesia.
“Konsepnya kemarin kita diskusikan dengan NU dan Muhammadiyah untuk membuat pameran Megengan pada bulan puasa tahun depan. Harapannya Jepara bisa dikenal sebagai pusat IKM grosir baju gamis di Indonesia,” jelasnya.
Menurut Witiarso, jika konsep tersebut berjalan baik, maka akan membuka peluang besar bagi pedagang dari berbagai daerah di Indonesia untuk datang ke Jepara dan membeli produk gamis secara langsung dari para pelaku IKM.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi diskusi dengan pabrik-pabrik agar dapat menyerap produk dari IKM lokal.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjadi jembatan bagi para pelaku IKM agar memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Kalau ada organisasi atau paguyuban lain yang ingin bekerja sama, kami terbuka. Ini salah satu upaya menjembatani IKM yang ada di Kabupaten Jepara,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Usaha Bersama Kalinyamatan Griya Busana, Bagus, menyampaikan audiensi tersebut dilakukan untuk mendukung program Bupati Jepara dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Kami sebagai pelaku UMKM membutuhkan jembatan agar produk kami bisa dipasarkan lebih luas. Harapannya, jika ada kebutuhan seragam dari NU atau ormas lain, bisa diproduksi oleh IKM kami di Jepara, bukan dari luar daerah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku IKM saat ini adalah ketersediaan tenaga penjahit.
Banyak penjahit yang memilih bekerja di pabrik karena mendapatkan penghasilan tetap.
“Di Jepara ini pabrik cukup banyak. Sementara karyawan kami rata-rata penjahit. Ketika mereka pindah ke pabrik, gajinya lebih pasti, sedangkan usaha kami sebagai pengusaha kadang naik turun,” jelas Bagus.
Meski demikian, pihaknya optimistis kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, dapat membuka jaringan baru bagi IKM Jepara.
“Selama ini kami lebih banyak menyuplai produk secara online. Dengan adanya kerja sama dengan Ormas, kami berharap bisa mendapatkan relasi dan jaringan hingga ke tingkat pusat,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar