ramadan 2026

Museum Kartini Diproyeksikan Jadi Pusat Studi Perempuan 

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 15:56 0 38 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Saan Mustopa dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat mengunjungi Museum Kartini Jepara, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan yang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wabup M Ibnu Hajar ini menjadi momentum penting penguatan komitmen pelestarian sejarah, sekaligus pengembangan literasi di Kabupaten Jepara.

Tak hanya itu, Museum Kartini juga diproyeksikan menjadi pusat studi perempuan.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jepara yang menjadikan pendopo yang sebelumnya merupakan rumah dinas Bupati sebagai Museum Kartini.

“Ini Bupatinya rela untuk tidak menempati lagi. Ini menjadi sebuah komitmen penghargaan terhadap leluhur yang terus diabadikan melalui museum Kartini,” ujar Saan.

Ia menegaskan, menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab bersama, terlebih sosok R.A. Kartini yang dikenal sebagai pahlawan dalam dunia literasi dan emansipasi perempuan.

“Kita tentu mengapresiasi sikap Bupati. Kemudian penting kita menjaga warisan leluhur. Apalagi Ibu Kartini, kita semua tahu dalam literatur sejarah sebagai apa. Ini adalah pahlawan dalam dunia literasi,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini, Saan juga menyerahkan bantuan mobil Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai simbol penguatan literasi di daerah.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya penghapusan pajak buku, guna meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kami terus mendukung semua langkah yang hari ini dilakukan. Salah satunya tadi kita berupaya untuk tidak ada pajak buku agar meningkatkan minat baca masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kabar Baik bagi Honorer Pati Tak Masuk Database BKN, Bisa Jadi PPPK?

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, menekankan bahwa Museum Kartini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang refleksi nilai-nilai perjuangan yang hingga kini masih sangat relevan.

“Yang harus kita pahami adalah bahwa sampai hari ini apa yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini masih sangat relevan,” ujarnya.

Ia menyoroti nilai kebebasan, kemandirian, dan kemampuan perempuan untuk tampil di depan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kebebasan perempuan, kemandirian perempuan, dan kemampuan perempuan untuk kemudian berada di depan. Termasuk memperjuangkan nilai-nilai, bukan hanya nilai perjuangan tapi yang paling penting nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Ke depan, Museum Kartini juga diproyeksikan menjadi pusat studi perempuan yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi ruang diskusi, penelitian, dan penguatan kapasitas perempuan.

Bupati Jepara Witiarso Utomo, menyampaikan rasa hormat atas kunjungan tersebut.

Ia berharap, dukungan dari DPR dan MPR RI dapat mempercepat realisasi sejumlah usulan yang telah diajukan demi kemajuan masyarakat Jepara.

“Kami merasa terhormat dengan kedatangan Pak Saan dan Bu Rerie yang memperhatikan museum. Kami mengajukan beberapa usulan. Semoga bisa terealisasi untuk masyarakat Jepara,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Jepara sebagai kota literasi dan pusat pengembangan nilai-nilai perjuangan perempuan yang diwariskan R.A. Kartini.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini