ramadan 2026

Pemdes Widorokandang Rutin Sajikan Infografis Pengelolaan Anggaran Lewat Medsos

waktu baca 4 menit
Rabu, 25 Feb 2026 12:22 0 70 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Desa (Pemdes) Widorokandang menjalankan tanggung jawab melangsungkan roda pembangunan dengan transparansi.

Yakni dengan selalu mengungkap fakta dan data keterbukaan penggunaan anggaran dana ke publik melalui rincian infografis.

Menurut Kepala Desa (Kades) Widorokandang, Sunarti, infografis dikemukakan langsung maupun di media sosial (medsos) agar masyarakat bisa mengawasi pengelolaan anggaran dana yang dipakai Pemdes.

Infografis itu berisi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) secara lengkap di berbagai pos pembelanjaan sekalius sumbernya.

“Kita bekerja untuk warga, jadi apapun anggaran dari berbagai jenis harus transparan, kita bekerja di pemerintahan desa untuk warga jadi apapun pembangunan yang kita lakukan di desa kita buat infografis sedetail-detailnya. Ada pemasukan anggaran beberapa di antaranya PADes (Pendapatan Asli Desa), PBH (Pendapatan Bagi Hasil), ADD (Alokasi Dana Desa), DD (Dana Desa), bantuan keuangan dari kabupaten sejenisnya harus dirinci agar masyarakat bisa tahu,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Rabu, 25 Februari 2026.

Pemdes Widorokandang menampilkan pendapatan desa dan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) di medsos.

Rincian belanja desa terlihat mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan masyarakat, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan fisik dana desa, dan penanggulangan bencana.

“Isinya program kerja anggaran Desa Widorokandang, jadi tahu berapa anggaran desa dari yang masuk ke pemerintah desa itu, termasuk PADes juga. Karena anggaran itu nanti dengan transparansi yang kita buat untuk warga, Pemdes bisa bekerja lebih mudah tanpa ada kecemburuan maupun kecurigaan dari warga,” ujarnya.

BACA JUGA :  H-1 Demo Pati, Rombongan Emak-emak Asal Batangan Rela Bantu di Posko Donasi

Masyarakat mengapresiasi langkah Pemdes Widorokandang yang berani terbuka terkait pengelolaan anggaran.

Infografis yang dirancang pasca penetapan APBDes 2026 bertujuan fokus melaksanakan pembangunan desa.

Dipertegas juga bahwa postingan tersebut tak ada maksud untuk mencari perhatian netizen.

“Kita membuat postingan bukan sekedar posting karena kita punya realita di lapangan. Postingan itu mungkin memicu Kades lain supaya jangan sampai timbul kecurigaan, karena kita (Pemdes) kerja untuk desa dari hati yang tulus, maka dari itu Pemdes semaksimal mungkin kerja keras mengaplikasikan itu,” tutur Sunarti.

Momentum keterbukaan informasi publik yang dilakukan Sunarti dan jajarannya sangat tepat di tengah sorotan situasi pemerintahan Kabupaten Pati.

Bahkan, langkah Pemdes Widorokandang menjadi dambaan warganet dari Kabupaten Pati, maupun luar Kabupaten Pati.

“Kita posting untuk kebaikan bukan untuk mencari perhatian, bukan. Kita program fokus kita sendiri bukan menyindir desa yang lain. Alhamdulillah warga bisa mengerti, jadi tidak bertanya-tanya dana pembangunan ini dari mana, biar seluruh warga di Pati atau desa lainnya bisa menjadi tanggung jawab Kades mengelola dana di desa yang lebih baik,” tegasnya.

Perlu diketahui, Sunarti menjalankan kepemimpinan sebagai Kades dengan sangat amanah.

Program-program untuk masyarakat dan fisik berjalan optimal di bawah kebijakannya.

Kades yang menjabat sejak 2021 itu mengungkapkan program-program prioritas untuk penurunan stunting dan program ketahanan pangan masyarakat digencarkan melalui kolaborasi antar stakeholder.

Sunarti juga melaksanakan kinerja secara inovatif dibanding era kepemimpinan desa yang sebelumnya.

“Meski anggaran terpotong KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) sekian persen menyebabkan DD kekurangan budget, pemerintah desa mengefektifkan penggunaan anggaran untuk kebutuhan urgen. Terkait stunting perlu sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, program penurunan stunting pun berjalan dengan baik, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hingga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

BACA JUGA :  Perbaikan Gedung DPRD Jepara Pakai Anggaran Pusat, BTT untuk Nonfisik

Kemudian, hadirnya Puspa Melati dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati dimanfaatkan untuk memasifkan sosialisasi kesehatan.

“Koordinasi dengan Bidan Desa terkait juga PMT, PMT lansia (lanjut usia), Posyandu Balita (Bayi di Bawah Lima Tahun), dan ibu hamil serta ibu menyusui dari anggaran desa dikedepankan. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) mensosialisasikan stunting dengan adanya Puspa Melati, sehingga mendekatkan kesehatan pemdes, Puskesmas, dan warga yang antusias mengikuti,” paparnya.

Dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan di lingkungan masyarakat yang berprofesi sebagai petani, Pemdes Widorokandang melakukan pipanisasi pralon dengan menyambungkan saluran irigasi dari Sungai Silugonggo menuju ke areal persawahan.

Petani dapat memompa air untuk keperluan pengairan.

“Dari segi ketahanan pangan kita buatkan pralon, kita pompa dari Silugonggo, tetapi belum tercukupi karena ada efisiensi,” sebutnya.

Lebih lanjut, kebanggaan di era kepemimpinan Kades perempuan itu, dapat membangun gedung kesenian menjadi sarana yang berguna bagi masyarakat yang dibangun pada 2024 lalu.

“Pembangunan gedung kesenian, istilahnya punden karena beberapa periode tahun lalu punden belum tersentuh, pembangunannya yang dulu punden hanya begitu. Kini terima kasih pemerintah yang telah membantu penganggaran untuk gedung kesenian-kebudayaan. Kita bisa menggunakan acara syukuran sejenisnya, pertemuan, rapat petani, bersih desa, keagamaan bisa,” beber Sunarti.

Ada pun program lainnya yang akan digarap, mulai dari pembangunan embung dan jembatan akses ke KDMP.

Menurutnya, pembangunan tersebut sedang dirancang oleh Pemdes Widorokandang, guna menyediakan sarana-prasaran memadai untuk masyarakat.

“Target ke depan membangun embung depan gedung kesenian, jadi ada anakan sungai yang tidak terawat, kalau terealisasi buat embung yang lebih bagus seperti pemancingan. Kemudian, jembatan untuk menuju KDMP, kalau warga mau ke sini kan harus nyeberang dulu, kalau ada jembatan bisa mefasilitasi warga dengan gampang,” kata Sunarti.

BACA JUGA :  Ini Deretan Langkah Pemprov Jateng Tangani Banjir Semarang dan Demak

Sebagai informasi, wanita berusia 48 tahun itu menjabat di periode pertamanya sebagai Kades.

Sebelum jadi Kades, Sunarti berlatarbelakang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Sedangkan, suaminya berprofesi sebagai wiraswasta.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini