Upacara Harkitnas Kembali Nyalakan Api Semangat Boedi Oetomo

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 15:38 0 17 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 digelar di Halaman Setda Jepara, Rabu (20/5/2026).

Upacara dipimpin Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar.

Menjadi momentum bagi para peserta upacara dan masyarakat, termasuk akademisi hingga generasi muda, untuk menyalakan kembali api semangat “Boedi Oetomo”.

Selain untuk menyalakan kembali api semangat Boedi Utomo, momentum ini untuk meneguhkan kembali kedaulatan bangsa di tengah tantangan transformasi digital.

Mewakili Bupati Jepara sebagai pembina upacara, Gus Hajar membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam amanatnya, ditekankan bahwa peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Tema ini merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa untuk melindungi generasi muda sebagai pondasi masa depan Indonesia.

“Kebangkitan Nasional adalah sebuah proses dinamis yang menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujar Gus Hajar.

Pada tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Dalam laporan tersebut, pemerintah juga memaparkan berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

Beberapa poin krusial yang disampaikan, meliputi pembangunan sumber daya manusia melalui  Implementasi program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, serta pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

Selain itu, juga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar desa tumbuh mandiri dalam penyediaan pupuk, modal, hingga layanan ekonomi dasar dan perlindungan digital.

BACA JUGA :  Budi Daya Rumput Laut dan Rajungan akan Jadi Sektor Andalan

Dengan penegasan keberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang secara resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi, guna memastikan ruang digital yang sehat dan beretika.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dan literasi digital, demi membawa bangsa menuju kejayaan di kancah dunia.

“Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi panggilan nyata untuk menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh rakyat,” kata dia.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini